Cuaca Panas Sumut Diprediksi Berlanjut hingga 17 Agustus 2026

Ilustrasi cuaca panas. (foto:gemini/mistar)
Medan, MISTAR.ID (11/8/2026) - Cuaca panas pada siang hari di wilayah Sumatera Utara (Sumut), termasuk Kota Medan dan sekitarnya, diprediksi akan berlanjut hingga hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang jatuh pada 17 Agustus 2026.
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung, mengatakan cuaca panas tersebut berlanjut sejak Senin (10/8/2026) hingga Senin (17/8/2026).
"Cuaca cerah berawan pada pagi hingga siang hari memicu pemanasan permukaan optimal (solar heating) dan menciptakan instabilitas atmosfer," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Mistar, Selasa (11/8/2026).
Ia menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer yang aktif, belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah pantai barat–lereng timur, serta suhu muka laut hangat yang meningkatkan suplai uap air di Sumut.
"Anomali suhu muka laut yang hangat di Samudera Hindia barat Sumatera dan Selat Malaka serta adanya belokan angin dan konvergensi angin di sekitar pantai timur Sumut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di wilayah tersebut," ujar Martha.
Kondisi tersebut, lanjut dia, mendukung pertumbuhan awan konvektif yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat (lokal) pada sore sampai malam hari di sejumlah wilayah Sumut.
"Adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan sedang–lebat antara lain Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Dairi, Karo, Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, serta Tapanuli Selatan," kata Martha.
Selain itu, tambah Martha, wilayah lainnya yang juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat di antaranya Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas, Mandailing Natal, Nias, Nias Utara, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kota Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli.
Seluruh masyarakat Sumut diimbau untuk senantiasa waspada dan melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir atau longsor. Pemangku kepentingan juga diharap dapat memperkuat koordinasi dalam memitigasi potensi bencana alam yang timbul akibat cuaca tersebut. (hm27)























