Pemkab Simalungun Kebut Pemulihan Pascabanjir Serbelawan, Dapur Umum hingga Layanan Kesehatan Dibuka

Pemkab Simalungun bersama TNI-Polri membantu pembersihan pascabanjir di Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. (Foto: Dokumentasi BPBD Simalungun/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun mempercepat pemulihan pascabanjir yang melanda Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, dengan mengerahkan personel lintas instansi serta membuka dapur umum dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan seluruh personel difokuskan di lokasi terdampak agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya.
"Sejak Jumat, petugas telah bergotong royong membersihkan lumpur yang menutupi rumah, jalan, serta fasilitas umum, dan mengangkat material yang terbawa banjir. Dapur umum dan Pos Siaga Bencana juga sudah didirikan sebagai pusat koordinasi sekaligus tempat pelayanan bagi warga," ujarnya, Sabtu (1/8/2026) pagi.
Empat mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mempercepat pembersihan. Dua unit berasal dari BPBD Simalungun, sedangkan masing-masing satu unit didatangkan dari Polres Simalungun dan PT Bridgestone. Air bertekanan tinggi digunakan untuk mengikis lumpur yang mengendap di jalan dan halaman rumah.
Di tengah kesibukan membersihkan lingkungan, kebutuhan warga tetap menjadi perhatian. Dinas Sosial bersama Polres Simalungun dan pemerintah kecamatan membuka dapur umum di Kantor Lurah Serbelawan. Dari tempat itu, makanan siap saji disalurkan kepada warga yang masih kesulitan memasak di rumah.
Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Darmawati Anton Achmad Saragih, ikut turun ke dapur umum bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan, Yulince Mixnon Andreas Simamora, dan personel Polwan. Mereka menyiapkan konsumsi bagi warga terdampak sejak hari pertama pascabanjir.
Layanan kesehatan juga dibuka di lokasi terdampak. Puskesmas Serbelawan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mengantisipasi penyakit yang kerap muncul setelah banjir. Sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melayani penggantian dokumen yang rusak atau hilang akibat terendam air.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, menyebut banjir meninggalkan dampak yang cukup luas. Sebanyak 257 rumah terdampak, disertai kerusakan pada dua rumah ibadah dan dua sekolah.
Wilayah yang paling banyak terdampak berada di Pasar Bawah Serbelawan dengan 150 rumah terendam. Banjir juga merendam satu musala dan Sekolah Al Jam'iyatul Washliyah. Di Nagori Bandar Selamat, tiga rumah, Masjid Taqwa Muhammadiyah, serta SD Muhammadiyah ikut terdampak.
Selain itu, 58 rumah di Nagori Dolok Merangir I, enam rumah di Nagori Dolok Tenera, dan 40 rumah di Nagori Dolok Kataran turut terendam. Satu titik longsor juga dilaporkan terjadi di Nagori Dolok Ilir I.
Sebagaimana diketahui, banjir datang secara mendadak pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB akibat curah hujan tinggi yang meluapkan aliran Sungai Sikkam, sehingga merendam ratusan rumah, tempat ibadah, serta sarana pendidikan di wilayah tersebut.
Peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Menyikapi hal itu, BPBD saat ini masih menunggu hasil kajian konsultan yang telah berproses sejak akhir 2025.
"Iya, kita menunggu hasil kajian untuk perbaikan yang lebih komprehensif dari konsultan supaya hal serupa tidak berulang kembali," ujar Budiman.
Saat ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, berada di lokasi untuk melihat langsung kondisi warga dan memastikan seluruh masyarakat mendapat pertolongan.
"Tidak ada korban jiwa. Saat ini Sekda juga sedang di lokasi melihat kondisi warga," kata Budiman.
Pemerintah daerah menargetkan seluruh fasilitas umum dan permukiman warga dapat segera kembali berfungsi normal. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Seluruh Fraksi DPRD Simalungun Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Terima Sejumlah Catatan
















