Monday, July 27, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Hari Anak Nasional, 62 Anak Cerebral Palsy di Simalungun Terima Kursi Roda Adaptif

Mistar.idSenin, 27 Juli 2026 pukul 17.23 WIB
hari_anak_nasional_62_anak_cerebral_palsy_di_simalungun_terima_kursi_roda_adaptif

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Kahiyang Ayu Bobby Nasution menyerahkan bantuan kursi roda adaptif. (foto:dokumen diskominfo/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (27/7/2026) – Ruangan Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, dipenuhi puluhan anak penyandang cerebral palsy. Mereka hadir untuk menerima bantuan kursi roda adaptif yang diserahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Senin (27/7/2026).

Sebanyak 62 anak di Kabupaten Simalungun memperoleh bantuan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Provinsi Sumatera Utara. Bagi sebagian keluarga, bantuan itu menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini belum mampu mereka penuhi.

Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, menyerahkan bantuan tersebut didampingi Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih, jajaran Forkopimda, serta Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun Darmawati Anton Achmad Saragih.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, mengatakan Simalungun menerima 62 unit dari total 350 kursi roda adaptif yang dibagikan tahun ini ke sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Bantuan tersebut berasal dari Wheelchairs For Kids Australia bersama Global Village Foundation Bali yang disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Program itu ditargetkan terus berlanjut hingga menjangkau sekitar 1.000 anak.

Menurut Dwi Endah, kursi roda adaptif bukan sekadar alat bantu. Kehadirannya diharapkan membuat anak-anak lebih mudah beraktivitas, mengikuti pendidikan, mendapatkan pelayanan kesehatan, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Perwakilan Global Village Foundation Bali, Andy Bracey, mengatakan setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama tanpa dibatasi kondisi fisiknya. Ia menjelaskan, kursi roda yang disalurkan dirancang untuk menopang posisi duduk anak sehingga lebih nyaman digunakan dan membantu menjaga postur tubuh.

Sejak 2021, lembaganya telah menyalurkan hampir 5.000 kursi roda adaptif di berbagai daerah di Indonesia. Namun, kebutuhan masih jauh dari terpenuhi. Karena itu, pihaknya berkomitmen melanjutkan program tersebut di Sumatera Utara, bahkan berharap suatu saat dapat memproduksi kursi roda adaptif di Indonesia.

Bupati Anton menyebut bantuan tersebut memiliki arti lebih besar daripada sekadar penyerahan fasilitas. Menurutnya, kursi roda menjadi jalan agar anak-anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermain, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

"Kursi roda ini adalah kunci pembuka kesempatan agar anak-anak kita bisa bergerak, belajar, bermain, dan merajut masa depan dengan lebih mandiri," kata bupati.

Ia juga meminta perangkat daerah terus menyusun program yang berpihak kepada penyandang disabilitas agar upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak tidak berhenti sebagai slogan.

Sementara itu, Erlina yang mewakili orang tua penerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. Ia berharap bantuan tersebut dapat memudahkan anak-anak menjalani aktivitas dan memberikan semangat baru bagi keluarga mereka.

"Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami," katanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN