Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Indonesia Bidik Empat Emas di Asian Games 2026, Cabor Mana Saja?

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 07.30 WIB
indonesia_bidik_empat_emas_di_asian_games_2026_cabor_mana_saja

Tim Indonesia untuk Asian Games 2026. (foto: detik/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Indonesia menargetkan empat medali emas pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Target tersebut dinilai lebih realistis dibandingkan pencapaian pada edisi sebelumnya.

Kontingen Merah Putih akan berkekuatan 430 atlet yang turun di 35 cabang olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan target empat emas ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perubahan nomor pertandingan pada Asian Games kali ini.

"Dari hasil pantauan, dan diskusi dengan Ketua KOI dan Chief de Mission, ya tentu kita ingin mendapatkan emas sebanyak-banyaknya. Kemarin di Hangzhou, di China, itu kita mendapat 7 medali emas," ujar Erick.

Namun, Indonesia kehilangan peluang dari sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi andalan karena tidak dipertandingkan pada Asian Games 2026.

"Ya tentu biasa, politik olahraga. Ada beberapa nomor yang hilang seperti dragonboat itu ada dua hilang, ada juga dari menembak yang memang tidak dipertandingkan lagi," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Erick menyebut empat emas menjadi target realistis yang ingin dicapai Indonesia. Ia menilai beberapa cabang olahraga memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali emas.

"Nah, realitas kalau melihat kondisi hari ini, ya kita 4 emas itu menjadi target hari ini. Dari cabang-cabang yang mungkin kita semua paham lah, tidak berbeda dengan Olimpiade, yaitu seperti bulutangkis, panjat tebing, dan tentu angkat besi," kata Erick.

Bulutangkis menjadi salah satu cabang yang diharapkan menyumbang emas. PBSI memasang target satu medali emas, dengan nomor beregu putra menjadi tumpuan utama.

Komposisi tim Indonesia kali ini memadukan pemain Pelatnas dan non-Pelatnas. Faktor pengalaman serta kedalaman skuad diharapkan menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan.

Jonatan Christie menjadi salah satu pemain utama. Tunggal putra peringkat satu dunia tersebut memiliki pengalaman di berbagai turnamen besar, baik individual maupun multievent. Jonatan juga pernah meraih medali emas Asian Games 2018.

Ia akan bekerja sama dengan Alwi Farhan, Moh. Zaki Ubaidillah, dan Muhamad Yusuf di sektor tunggal putra.

Sementara dari nomor ganda, Indonesia menurunkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi.

Selain bulutangkis, angkat besi juga menjadi salah satu sumber harapan emas Indonesia. Rizki Juniansyah, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, akan menjadi andalan Merah Putih di kelas 85 kilogram.

Indonesia juga memiliki Rahmat Erwin Abdullah yang akan turun dalam persaingan angkat besi. Ia merupakan peraih emas Asian Games 2023 di kelas 73 kilogram putra.

Pengalaman keduanya di pentas internasional menjadi modal penting Indonesia untuk mengejar target medali emas.

Catatan Indonesia di Asian Games

Pencapaian terbaik Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di Asian Games terjadi pada 2018 ketika Jakarta dan Palembang menjadi tuan rumah. Saat itu, Indonesia mengoleksi 31 medali emas.

Pada Asian Games 2022 di Hangzhou, Indonesia meraih tujuh emas. Medali tersebut berasal dari menembak dengan dua emas, serta masing-masing satu emas dari wushu, balap sepeda, angkat besi, panjat tebing, dan perahu naga.

Dengan target empat emas pada Asian Games 2026, Indonesia akan mengandalkan cabang-cabang yang memiliki peluang kuat di nomor masing-masing. Bulutangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi tumpuan utama Merah Putih untuk memenuhi target tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN