Kasus Keracunan MBG Dinilai Lamban, Dinkes Sumut Diminta Tak Lepas Tangan

Shohibul Anshor Siregar. (Foto: Dok. LPM Teropong UMSU)
Medan, MISTAR.ID – Pengamat Kebijakan Publik, Shohibul Anshor Siregar, menilai penanganan kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkesan lamban dan saling lempar tanggung jawab.
Akibatnya, masyarakat berada dalam ketidakpastian tanpa perlindungan yang jelas dari negara.
“Dinas Kesehatan Sumut tidak boleh lepas tangan dalam menyelamatkan nyawa warga. Dinas Kesehatan Sumut bersama Pemerintah Provinsi seharusnya berdiri di garis depan,” ujar Shohibul, Kamis (10/9/2026).
Selain penanganan korban, Shohibul menyoroti pentingnya keterbukaan informasi terkait hasil laboratorium dari uji sampel MBG yang dikonsumsi para siswa, khususnya pada kasus keracunan di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Ia menegaskan, hasil uji laboratorium perlu disampaikan secara terbuka agar tidak muncul simpang siur informasi.
Masyarakat dan keluarga korban berhak mengetahui hasil pemeriksaan sampel MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan siswa.
“Informasi yang tertutup dapat memperkeruh suasana maupun menghancurkan kepercayaan publik. Maka pentingnya keterbukaan informasi dan penangan medis serius bagi korban keracunan MBG,” katanya.[]


































