Gerindra Siantar Akui Kekeliruan di Pandangan Fraksi R-APBD 2026, Janjikan Evaluasi Ketat

Ketua Partai Gerindra Kota Pematangsiantar, Gusmiyadi. (Foto : Istimewa/ mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Partai Gerindra Kota Pematangsiantar mengakui telah terjadi kekeliruan dalam penyampaian pandangan fraksi pada pembahasan R-APBD tahun 2026 yang berlangsung kemarin. Pihak partai menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh terulang dan menjadi evaluasi penting bagi internal fraksi.
“Pandangan fraksi merupakan momentum untuk menunjukkan sikap partai yang penting untuk didengar rakyat. Jadi apa yang terjadi kemarin, kami akui suatu kesalahan yang tidak boleh terulang lagi,” ujar Ketua Partai Gerindra Pematangsiantar, Gusmiyadi, Rabu (3/12/2025).
Gerindra menekankan perlunya koordinasi yang lebih jelas antara Anggota Fraksi Gerindra DPRD Siantar, tenaga ahli, dan struktur partai sebelum pandangan fraksi dirumuskan. Dalam evaluasi yang dilakukan, fraksi telah diberikan peringatan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Adapun alasan yang disampaikan kepada partai, ketidaksiapan pandangan fraksi dipicu oleh kondisi tenaga ahli yang sedang sakit, serta Ketua Fraksi yang mengalami kelelahan akibat rangkaian rapat maraton ditambah kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Meski begitu, secara substansial Partai Gerindra menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program Pemerintah Kota Pematangsiantar di bawah kepemimpinan Wesly–Herlina. Gerindra juga memastikan akan tetap memberikan kritik konstruktif demi perbaikan kota.
“Sejauh ini sanksi belum diberikan, namun hasil rapat kami ini menjadi peringatan bagi mereka dan ke depan tentu akan kami evaluasi lagi,” tegas Gusmiyadi.
Gerindra juga menyatakan sikap setuju terhadap pembahasan RAPBD yang berlangsung kemarin serta memastikan siap pasang badan untuk mendukung program-program pemerintah, meskipun tetap membuka ruang kritik yang membangun.
Terkait berbagai isu yang berkembang, termasuk soal dugaan ijazah palsu yang banyak disuarakan publik, Gerindra mendorong agar penjelasan disampaikan secara terbuka dan diserahkan kepada pihak berwenang yang memiliki kapasitas melakukan verifikasi.
“Segala hal yang membutuhkan penjelasan yang jelas, baik oleh anggota dewan maupun kelembagaan, sepanjang dilakukan dengan baik, kita harus membuka diri. Siapa pun yang meragukan itu dipersilakan, karena pihak berwenanglah yang bisa menguji keabsahan,” ujarnya.
Dengan evaluasi ini, Gerindra menegaskan komitmen untuk memperbaiki disiplin internal dan memastikan setiap langkah politik fraksi sejalan dengan sikap resmi partai. (hm27)




















