Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Simalungun Tegaskan Komitmen Kembangkan Geopark Toba untuk Pembangunan Berkelanjutan Nasional

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 09.02
AN
IH
simalungun_tegaskan_komitmen_kembangkan_geopark_toba_untuk_pembangunan_berkelanjutan_nasional

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih (dua dari kiri) menerima Piagam Apresiasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark di Kantor Bappenas. (Foto: Diskominfo/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Komitmen Kabupaten Simalungun dalam mendukung pengembangan Geopark kembali ditegaskan setelah Bupati Anton Achmad Saragih menandatangani deklarasi dukungan Geopark dan menerima Piagam Apresiasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan mempertahankan status green card dalam revalidasi 2025.

Penandatanganan berlangsung pada Indonesia’s Geopark Leaders Forum di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Ajang nasional bertema Building Knowledge for Indonesia's Geopark Development ini menjadi ruang konsolidasi bagi para pemimpin daerah untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan Geopark sebagai model pembangunan berkelanjutan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy, menegaskan Geopark bukan sekadar warisan geologi statis, tetapi laboratorium alam yang memuat literasi lingkungan, budaya, dan inovasi pembangunan. "Geopark didasarkan pada tiga pilar, konservasi, edukasi, dan peningkatan ekonomi lokal. Karena itu, Geopark menjadi salah satu indikator dalam RPJMN 2025-2029," ujarnya.

Rahmat juga menyoroti kekayaan geologi Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia. Kondisi ini menghadirkan risiko bencana, namun sekaligus menjadi modal besar untuk pengembangan Geopark nasional. "Saat ini Indonesia memiliki 12 UNESCO Global Geopark, dan ditargetkan menjadi 17 pada 2029," katanya.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengingatkan para kepala daerah harus memahami nilai strategis Geopark, tidak hanya dari sisi geologi, tetapi juga budaya dan ekonomi. Menurutnya, Geopark dapat menjadi sumber edukasi, penelitian, dan peningkatan kesejahteraan lewat penguatan wisata berbasis konservasi.

"Yang paling penting adalah sosialisasi agar masyarakat memahami potensi ekonomi dan manfaat Geopark bagi daerah," kata Tito.

Usai penandatanganan, Bupati Anton menyampaikan komitmen ini merupakan dukungan nyata terhadap agenda nasional pengembangan Geopark. Ia menegaskan Simalungun merupakan bagian penting dari Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang baru-baru ini mempertahankan status green card.

"Global Geopark Toba Kaldera adalah satu dari 12 Global Geopark di Indonesia. Kita berada di posisi ketiga dunia dalam jumlah Global Geopark," ujar Bupati.

Ia menjelaskan pengembangan Geopark di Simalungun akan menyentuh seluruh unsur utamanya yaitu keragaman geologi, situs warisan geologi, biodiversitas, serta kekayaan budaya masyarakat lokal. Menurut Bupati, Geopark menjadi simpul yang menghubungkan alam, budaya, dan ekonomi kreatif.

"Geopark adalah ruang belajar bagi generasi muda sekaligus pendorong inovasi, riset, dan pariwisata berkualitas. Pembangunan Geopark bukan hanya menjaga alam, tapi menciptakan ruang edukasi dan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

Bupati Anton hadir bersama Kadis Lingkungan Hidup Daniel Silalahi, Plt Kadis Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Alpian Denri Saragih, serta Plt Kepala Bapperida Justina. Ia mengapresiasi penyelenggaraan Geopark Leaders Forum yang dinilainya penting untuk menyatukan langkah antardaerah dalam pengembangan Geopark Toba Kaldera dan Geopark nasional.

Dengan komitmen tersebut, Kabupaten Simalungun menegaskan perannya sebagai bagian dari ekosistem pembangunan berkelanjutan berbasis konservasi dan budaya di kawasan Danau Toba. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN