Saturday, August 1, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Atasi Kesulitan BBM Petani Simalungun Atas, PDI Perjuangan Minta Izin SPBU Saribudolok Dipercepat

Mistar.idSabtu, 1 Agustus 2026 pukul 17.29 WIB
atasi_kesulitan_bbm_petani_simalungun_atas_pdi_perjuangan_minta_izin_spbu_saribudolok_dipercepat_

Rapat Paripurna DPRD Simalungun agenda Pendapat Fraksi atas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Kabupaten Simalungun.(foto: Indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (1/8/2026) -Harapan masyarakat Simalungun bagian atas agar SPBU di Saribudolok segera beroperasi kembali disuarakan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Simalungun.

Fraksi berlambang kepala banteng itu meminta Pemerintah Kabupaten Simalungun mempercepat penyelesaian perizinan SPBU yang hingga kini belum juga beroperasi.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Junita V Munthe, saat membacakan pandangan umum fraksi pada rapat paripurna Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Jumat (31/7/2026).

Menurut Junita, keberadaan SPBU di Saribudolok sudah mendesak. Apalagi setelah Pemerintah Kabupaten Karo tidak lagi melayani pembelian BBM subsidi menggunakan barcode pertanian bagi pengguna dari luar daerah.

Selama ini warga Simalungun atas hanya mengandalkan SPBU di Raya. Padahal, SPBU tersebut melayani kebutuhan masyarakat dari Kecamatan Raya, Dolok Pardamean, Haranggaol Horison, Purba, Pematang Silimahuta hingga Silimakuta.

"Sudah kurang efektif kalau harus ke Raya. Jaraknya jauh dan ongkos angkut semakin besar. Kami berharap bupati segera mengambil kebijakan dengan mempercepat izin SPBU di Saribudolok," kata Junita, Sabtu (1/8/2026).

Ia mengatakan, persoalan itu paling dirasakan petani. Hampir seluruh kegiatan di sektor pertanian membutuhkan BBM, mulai dari mengoperasikan traktor, mesin rumput, alat semprot hingga mengangkut hasil panen. "Semua aktivitas pertanian membutuhkan BBM. Masyarakat di sana hidup dari sektor pertanian," ujarnya.

Junita menilai, jika SPBU Saribudolok sudah beroperasi, beban masyarakat untuk mendapatkan BBM akan jauh berkurang. Petani tidak lagi harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Raya hanya untuk mengisi bahan bakar.

"Kalau SPBU itu sudah beroperasi, tentu yang terbantu bukan hanya petani, tetapi juga sopir angkutan dan masyarakat umum," katanya.

Simalungun bagian atas dikenal sebagai salah satu sentra penghasil sayur-mayur dan buah-buahan di Kabupaten Simalungun. Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan berharap proses perizinan SPBU tersebut tidak lagi berlarut-larut agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, laporan Mistar sebelumnya, PT Pertamina tengah membangun satu SPBU baru di Saribu Dolok, Kecamatan Silimakuta saat melakukan pertemuan dengan unsur Forkopimda di kantor Bupati Simalungun pada pertengahan Desember 2025.

Dikesempatan itu, Sales Manager PT Pertamina Rayon III Medan, Vifki Leondo, menyampaikan bahwa pembangunan SPBU Saribu Dolok sudah sampai pada tahap pengurusan perizinan ke pemerintah daerah.

"Sekarang masih dalam proses pembangunan dan perizinan. Harapan kami, wilayah Simalungun yang berbatasan langsung dengan Karo bisa sangat terbantu dengan adanya SPBU ini," ujar Vifki.

Sementara itu, Junita menambahkan bahwa informasi terakhir, SPBU disebut akan beroperasi pada Maret 2026. Namun hingga bulan Agustus, hal itu belum terealisasi. (*)





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN