Usai Eropa, Gerhana Matahari Total 2027 Bakal Berlangsung Lebih dari 6 Menit, Ini Jalur Lintasannya Hingga 2035

Ilustrasi lintasan gerhana Matahari total 2 Agustus 2027. (foto: ai/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Setelah gerhana Matahari total melintasi sebagian Eropa pada Rabu (12/8/2026), fenomena langit yang lebih spektakuler sudah menanti tahun depan.
Gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan memiliki fase totalitas maksimum sekitar 6 menit 23 detik. Durasi itu jauh lebih lama dibandingkan gerhana 12 Agustus 2026 yang memiliki totalitas maksimum sekitar 2 menit 18 detik.
Astrofisikawan Matahari dari Laboratory for Atmospheric and Space Physics di Boulder, Colorado, Dr Ryan French, menyebut gerhana 2027 sebagai salah satu fenomena yang paling layak diburu.
“Gerhana ini adalah yang harus disaksikan karena akan menjadi gerhana terlama sepanjang sisa hidup kita,” kata French, yang juga salah satu penulis Little Book of Eclipses.
Menurut data NASA, jalur totalitas gerhana 2027 akan melintasi Spanyol bagian selatan, Afrika Utara, hingga kawasan Timur Tengah. Negara-negara yang dilewati antara lain Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman dan Somalia.
Gerhana tersebut juga akan melintas di sekitar sejumlah kawasan terkenal, termasuk Luxor di Mesir. Peluang mendapatkan langit cerah dinilai tinggi karena sebagian besar jalur gerhana berada di kawasan gurun.
“Yang terpenting, cuaca pada Agustus di sepanjang jalur gerhana hampir dipastikan cerah karena sebagian besar wilayah yang dilintasi merupakan gurun,” ujar French.
Meski berdurasi sangat panjang, gerhana 2027 bukan gerhana Matahari total terlama yang pernah tercatat. Namun, dengan totalitas maksimum 6 menit 23,2 detik, fenomena tersebut akan menjadi salah satu gerhana total terpanjang pada era modern.
Setelah 2027, sejumlah gerhana Matahari total juga akan melintasi berbagai negara hingga 2035.
Pada 22 Juli 2028, gerhana Matahari total dengan durasi maksimum sekitar 5 menit 10 detik akan melintasi Australia dan Selandia Baru.
Kemudian pada 25 November 2030, jalur totalitas akan melewati Botswana, Afrika Selatan dan Australia. Fase totalitas maksimumnya berlangsung sekitar 3 menit 44 detik.
Gerhana Matahari total berikutnya terjadi pada 30 Maret 2033 dengan durasi maksimum sekitar 2 menit 37 detik. Jalur totalitasnya terutama melintasi Rusia dan Alaska.
Fenomena yang lebih panjang kembali terjadi pada 20 Maret 2034. Jalur totalitas akan membentang dari Afrika hingga Asia, melintasi Nigeria, Kamerun, Chad, Sudan, Mesir, Arab Saudi, Iran, Afghanistan, Pakistan, India dan China. Totalitas maksimumnya mencapai sekitar 4 menit 9 detik.
Selanjutnya, pada 2 September 2035, gerhana Matahari total akan melintasi China, Semenanjung Korea dan Jepang sebelum bergerak ke Samudra Pasifik. Totalitas maksimum diperkirakan berlangsung sekitar 2 menit 54 detik.
French mengatakan Australia akan mendapatkan rangkaian gerhana yang istimewa, dengan empat gerhana Matahari total dalam kurun sekitar satu dekade mulai 2028.
Ia menyarankan masyarakat yang ingin berburu gerhana untuk merencanakan perjalanan dan memesan penginapan jauh-jauh hari. Jalur totalitas yang relatif sempit membuat akomodasi di lokasi strategis biasanya cepat penuh.
“Jalur gerhana relatif sempit sehingga hotel dan penginapan biasanya penuh dan harganya menjadi sangat mahal jauh lebih cepat dibandingkan tiket penerbangan,” katanya. (cnn/hm17)
PREVIOUS ARTICLE
Apple Diprediksi Tekan Margin untuk Tahan Harga iPhone 18 Pro























