Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Fenomena Langka! Geminid Hiasi Langit 14–15 Desember, Cek Waktu Terbaiknya

Mistar.idKamis, 11 Desember 2025 pukul 19.40 WIB
fenomena_langka_geminid_hiasi_langit_1415_desember_cek_waktu_terbaiknya

Ilustrasi Hujan Meteor Geminid. (foto:shutterstock/sky2020/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Fenomena puncak hujan meteor Geminid akan menghiasi langit pada Jumat (12/12/2025) malam hingga Senin (15/12) pagi. Jangan lewatkan momen langka ini!

Hujan meteor merupakan fenomena astronomis ketika kerikil atau debu luar angkasa memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, sehingga menghasilkan bola-bola api bercahaya. Hujan meteor Geminid mendapat namanya dari titik kemunculan (radiant) yang berada di arah rasi bintang Gemini.

Tahun ini, hujan meteor Geminid berlangsung sejak 4–20 Desember, dengan puncak aktivitas pada 14–15 Desember.

Menurut Time and Date, fenomena ini dapat diamati mulai pukul 21.00 WIB hingga menjelang pagi. Pada fase puncaknya, sekitar 120 meteor per jam diperkirakan melintas di langit, bergerak dari arah rasi Gemini. Geminid sendiri berasal dari serpihan debu dan batuan yang ditinggalkan asteroid Phaethon, yang membutuhkan waktu 1,4 tahun untuk mengorbit Matahari.

Fenomena ini dapat disaksikan tanpa alat khusus. Cukup mencari lokasi yang gelap, jauh dari polusi cahaya. Semakin gelap tempatnya, semakin jelas meteor akan terlihat.

Bulan diperkirakan tidak terlalu mengganggu pengamatan karena telah melewati fase sebagian. Namun, kondisi cuaca di sejumlah wilayah yang memasuki musim hujan dapat menjadi tantangan.

Secara historis, Geminid dikenal sebagai hujan meteor yang terang dan berwarna, dengan mayoritas meteor tampak kekuningan. Meteor ini juga bergerak lebih lambat dibanding Perseid atau Leonid sehingga lebih mudah diamati.

Para pecinta astronomi kembali menantikan puncak hujan meteor Geminid akhir pekan ini. Dalam kondisi ideal, pengamat dapat melihat hingga 120 "bintang jatuh" per jam. Tidak seperti kebanyakan hujan meteor lain yang berasal dari komet, Geminid berasal dari asteroid Phaethon.

Setiap Desember, Bumi melintasi jalur serpihan tersebut, membuat partikel-partikelnya terbakar di atmosfer dan tampak sebagai meteor. Waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena ini adalah setelah tengah malam hingga menjelang subuh, dengan penampakan maksimal sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Tips Mengamati Hujan Meteor Geminid:

- Pilih lokasi gelap, jauh dari polusi cahaya.

- Arahkan pandangan ke timur laut, namun tidak harus tepat ke rasi Gemini.

- Biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama 20–30 menit.

- Gunakan mata telanjang, tanpa teleskop atau binokular.

- Kenakan pakaian hangat, terutama jika berada di area bersuhu dingin atau berangin. (hm16)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN