Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

BMKG Waspadai Dampak Bibit Siklon Tropis 93S dan 91S: Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah

Mistar.idKamis, 11 Desember 2025 pukul 16.44 WIB
bmkg_waspadai_dampak_bibit_siklon_tropis_93s_dan_91s_hujan_lebat_ancam_sejumlah_wilayah

Ilustrasi, BMKG Waspadai Dampak Bibit Siklon Tropis 93S dan 91S: Hujan Lebat Ancam Sejumlah Wilayah. (foto:bmkg/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif terhadap dua Bibit Siklon Tropis, yaitu 93S dan 91S, yang saat ini berada di Samudra Hindia. Meski keduanya diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG menekankan bahwa dampak tidak langsung berupa hujan lebat dan gelombang tinggi tetap perlu diwaspadai di sejumlah daerah.

Dampak Bibit Siklon Tropis 93S

Bibit Siklon 93S terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi diguyur hujan berintensitas sedang hingga lebat. Gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 meter) juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, dan Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan.

“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Oleh karena itu, lakukan langkah pencegahan yang diperlukan, selalu ikuti informasi resmi dari BMKG, dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” ujar Faisal, Kamis (11/12/2025).

BMKG mencatat angin maksimum di sekitar pusat 93S mencapai 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan minimum 1009 hPa. Awan konvektif belum terorganisir kuat sehingga penguatan sistem diperkirakan berlangsung lambat dalam 24 jam ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa 93S cenderung bergerak perlahan ke arah barat daya, menjauhi Indonesia. Dalam 48–72 jam mendatang, sistem diperkirakan mulai meningkat intensitasnya, seiring pola sirkulasi yang membaik.

Ia juga menjelaskan bahwa 93S bergerak menjauhi Indonesia dan tidak berdampak langsung ke daratan.

Bibit Siklon 93S pertama kali terdeteksi pada 11 Desember 2025 pukul 07.00 WIB pada koordinat 12.0°LS – 117.0°BT dan masuk ke Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengingatkan agar masyarakat, pemerintah daerah, dan media massa tetap bersinergi menyampaikan informasi cuaca secara akurat dan tidak menimbulkan kepanikan.

Dampak Bibit Siklon Tropis 91S

Selain 93S, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 91S yang berada di Samudra Hindia barat Lampung. Sistem ini berpotensi meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah Sumatra.

Faisal menuturkan bahwa Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Sementara itu, gelombang tinggi berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Nias hingga selatan Banten, serta Selat Sunda bagian selatan.

“Masyarakat juga harus waspada adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di Samudra Hindia mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian Selatan,” ujar Faisal di Sibolga, Rabu (10/12/2025).

Bibit 91S terdeteksi sejak 7 Desember 2025 pukul 07.00 WIB oleh TCWC Jakarta. BMKG menyebutkan bahwa peluang 91S berkembang menjadi siklon tropis dan masuk ke daratan berada dalam kategori rendah.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menambahkan bahwa 91S diprakirakan bergerak ke arah selatan hingga barat daya mulai 11 Desember siang, dan terus menjauhi Indonesia pada 12 Desember 2025.

“BMKG Pusat bersama BMKG Provinsi telah melakukan koordinasi dengan BNPB dan BPBD di wilayah terdampak untuk memastikan langkah mitigasi berjalan optimal sesuai kondisi potensi cuaca yang dipengaruhi oleh keberadaan 91S,” ujarnya.

Andri Ramdhani turut mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir barat-selatan Sumatra hingga Banten agar mewaspadai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Sektor pelayaran, perikanan, dan transportasi laut juga diminta menyesuaikan jadwal operasional.

Ia menekankan bahwa BPBD di tiap daerah harus memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir dan gangguan cuaca akibat pengaruh 91S.

“Sinergi ini memastikan informasi ancaman diterima dengan cepat dan ditindaklanjuti secara efektif oleh semua pihak, sehingga mampu memitigasi risiko dan mencapai keselamatan masyarakat secara maksimal,” kata Andri.

BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi kedua bibit siklon secara real-time, termasuk peringatan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, melalui seluruh kanal resminya.

(bmkg/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN