Thursday, July 30, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia Dikritik, Infantino Janjikan Dana Pengembangan

Mistar.idKamis, 30 Juli 2026 pukul 07.56 WIB
rencana_fifa_jual_saham_piala_dunia_dikritik_infantino_janjikan_dana_pengembangan

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (foto: reuters/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Rencana FIFA melepas sebagian kepemilikan saham pada sejumlah turnamen bergengsi, termasuk Piala Dunia, memicu kritik dari berbagai pihak. Menanggapi gelombang penolakan tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino justru menawarkan tambahan dana pengembangan bagi seluruh anggota federasi.

Sebelumnya, FIFA mengumumkan pembentukan badan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola aspek komersial turnamen-turnamen utama. Dalam skema tersebut, setiap asosiasi anggota FIFA akan menjadi pemegang saham bersama investor swasta, termasuk lembaga keuangan berskala global.

Kebijakan ini menuai penolakan dari sejumlah anggota FIFA, termasuk UEFA. Mereka mempertanyakan dampak komersialisasi Piala Dunia jika kompetisi tersebut menjadi aset investasi yang berorientasi pada keuntungan.

Selain itu, muncul kekhawatiran mengenai potensi pengaruh investor terhadap berbagai kebijakan yang berkaitan dengan Piala Dunia. Meski FIFA menegaskan investor tidak akan memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan sepak bola, sejumlah pihak menilai jaminan tersebut belum cukup menjawab keraguan.

Kritik juga diarahkan pada minimnya keterbukaan dalam penyusunan rencana tersebut. Sejumlah anggota FIFA menilai konsultasi yang dilakukan sangat terbatas, sementara persoalan lain seperti jadwal pertandingan yang semakin padat dan kesejahteraan pemain dinilai belum mendapat perhatian memadai.

Di tengah kritik tersebut, Infantino mengumumkan rencana penyaluran dana pengembangan sepak bola sebesar US$40 juta atau sekitar Rp723,2 miliar kepada masing-masing dari 211 anggota FIFA.

Langkah itu dinilai sejumlah pihak sebagai upaya meredam penolakan, terlebih menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Presiden LaLiga, Javier Tebas, menjadi salah satu tokoh yang melontarkan kritik keras terhadap kebijakan tersebut. "Ini tidak tampak sebagai reformasi. Ini lebih menyerupai kampanye pemilihan yang dibiayai dengan masa depan sepak bola," kata Tebas.

Ia menegaskan dana pengembangan sepak bola tidak seharusnya digunakan untuk memengaruhi atau membungkam suara anggota. Menurutnya, kompetisi dan hak komersial FIFA bukan merupakan milik pribadi Gianni Infantino.

"Siapa pun yang mencampur politik, disiplin, uang, dan kekuasaan tanpa transparansi tidak layak memimpin organisasi. Infantino bukan solusi bagi tata kelola FIFA, melainkan bagian dari masalah," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN