Dari Medan dan Arena MMA ke Podium Asia: Kisah Leica Lubis dan Vallensia Fahira di Asian Games 2026

Dari Medan dan Arena MMA ke Podium Asia: Kisah Leica Lubis dan Vallensia Fahira di Asian Games 2026. (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (22/9/2026) — Dua nama yang sebelumnya belum terlalu familiar bagi publik kini mulai mencuri perhatian setelah naik podium Asian Games 2026. Mereka adalah Leica Al-Humaira Lubis dari karate dan Vallensia Fahira Hotmauli dari MMA.
Asian Games 2026 Aichi-Nagoya bukan sekadar panggung perebutan medali bagi keduanya. Ajang ini menjadi momentum penting yang membuat nama Leica Al-Humaira Lubis dan Vallensia Fahira semakin dikenal.
Leica membuka jalan lewat medali perunggu karate nomor kumite +68 kilogram putri. Sehari kemudian, Vallensia mengikuti jejaknya dengan meraih perunggu nomor Women's Modern MMA -54 kilogram.
Namun, medali tersebut bukan datang secara tiba-tiba. Di balik podium Asian Games, keduanya telah melewati kompetisi, kegagalan, tekanan, dan perjalanan panjang untuk menembus level internasional.
Leica Al-Humaira Lubis: Dari Medan Menuju Podium Asia
Nama Leica Al-Humaira Lubis lekat dengan karate Sumatera Utara. Atlet ini mulai mengenal karate sejak usia sekitar 10 tahun dan berlatih di Dojo Inkanas Sei Deli, Medan. Ia kemudian berkembang hingga masuk Pelatnas Karate Indonesia.
Perjalanan menuju atlet nasional juga tidak sepenuhnya mulus. Setelah sempat berhenti berlatih, Leica kembali menekuni karate pada usia 11 tahun.
Titik penting datang di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Tampil membela Sumatera Utara, Leica merebut emas kumite -68 kilogram putri.
Setahun berselang, tantangan yang lebih besar menanti.
Debut SEA Games Langsung Emas, Debut Asian Games Bawa Perunggu
Leica menjalani debut SEA Games pada 2025 di Thailand. Hasilnya langsung mengejutkan: ia meraih medali emas nomor +68 kg putri. Kemenpora menyebut keberhasilan itu sebagai debut manis Leica setelah melewati tekanan pertandingan dan persiapan panjang.
Rentetan prestasi tersebut membawanya ke Asian Games 2026.
Di Toyohashi Gymnasium, Leica memang gagal menembus final setelah kalah tipis 3-4 dari wakil Thailand, Maneevan Butsuwan. Namun, ia segera bangkit pada perebutan tempat ketiga.
Leica menang telak 6-1 atas Begimai Orozalieva dari Kirgizstan dan mengamankan medali perunggu Asian Games 2026.
Menariknya, Leica mengaku target pribadinya sebenarnya lebih tinggi. Ia ingin mencapai final. Karena itu, perunggu tersebut disambut dengan rasa syukur sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk perjalanan berikutnya.
Vallensia Fahira, Petarung MMA yang Mulai Mencuri Perhatian
Jika Leica datang dari karate, Vallensia Fahira Hotmauli membangun namanya melalui Mixed Martial Arts atau MMA.
Vallensia bukan pendatang baru di level internasional. Sebelum Asian Games 2026, ia sudah memperlihatkan kemampuannya pada SEA Games 2025 Thailand dengan meraih medali perak nomor Modern MMA -54 kg putri.
Vallensia juga merupakan alumni Universitas Negeri Jakarta dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika. Namanya tercatat dalam daftar atlet mahasiswa dan alumni UNJ yang meraih medali di SEA Games 2025.
Dengan pengalaman tersebut, Asian Games 2026 menjadi kesempatan untuk menguji kemampuannya di panggung yang lebih besar.
Dari Perak SEA Games ke Perunggu Asian Games
Di Asian Games 2026, Vallensia menjadi wakil Indonesia yang berhasil mencapai semifinal nomor Modern MMA -54 kg putri.
Langkahnya menuju empat besar tidak mudah. Pada perempat final, ia berhasil mengalahkan Adelina Murzagalieva sebelum akhirnya menghadapi petarung Thailand, Kanjutha Phattaraboonsorn, di semifinal.
Vallensia kalah 0-3. Hasil itu sekaligus memastikan dirinya meraih medali perunggu Asian Games 2026.
Bagi Vallensia, medali tersebut menambah catatan penting dalam perjalanan kariernya. Sebelumnya ia sudah memiliki perak SEA Games 2025; kini koleksinya bertambah dengan perunggu dari panggung olahraga Asia.
Dua Atlet, Dua Cabang, Satu Momentum
Leica Al-Humaira Lubis dan Vallensia Fahira memiliki jalur berbeda menuju Asian Games.
Leica tumbuh dari karate Sumatera Utara, merebut emas PON 2024, lalu emas SEA Games 2025 sebelum akhirnya mendapatkan perunggu pada debut Asian Games.
Vallensia menapaki jalur MMA dan lebih dulu meraih perak SEA Games 2025 sebelum mencapai semifinal Asian Games 2026 dan mengamankan perunggu.
Yang membuat kisah keduanya menarik bukan hanya medali yang mereka bawa pulang. Asian Games 2026 menjadi panggung yang memperkenalkan dua atlet Indonesia tersebut kepada publik yang lebih luas.
Medali mungkin menjadi hasil yang tercatat di papan klasemen. Tetapi bagi Leica dan Vallensia, podium di Aichi-Nagoya juga menjadi penanda bahwa perjalanan mereka telah memasuki level baru.
Dan setelah nama mereka mulai dikenal, tantangan berikutnya justru lebih besar: mempertahankan performa, memperbaiki kekurangan, dan membuktikan bahwa medali Asian Games 2026 bukan sekadar puncak sesaat dalam karier mereka.
(mediaindonesia/antara/smepbdsi/universitassebelasmaret/*/hm27)










































