Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Workshop Emas Ilegal Digerebek, Hasilnya Diduga Diselundupkan ke Hong Kong

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 18.29 WIB
workshop_emas_ilegal_digerebek_hasilnya_diduga_diselundupkan_ke_hong_kong_

Teks Foto: Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni melihat alat untuk mengolah emas ilegal yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri. (Foto: Antar/HO-Dittipidter Bareskrim Polri)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (19/8/2026) – Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di sebuah perumahan, Jakarta Utara.

Hasil pengolahan emas dari lokasi itu diduga akan diselundupkan ke Hong Kong.Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol.

Mohammad Irhamni mengatakan, dari penggeledahan penyidik menemukan berbagai mesin untuk proses pengolahan, pemurnian, pemotongan, pengujian, peleburan, dan pembentukan logam.


Beberapa peralatan yang ditemukan antara lain precision sample cutting machine untuk memotong sampel logam, mesin rol logam, spectrometer untuk menganalisis komposisi logam, induction melting furnace untuk peleburan, goldsmith bench untuk pengolahan logam mulia, dan hydraulic bench untuk pembentukan logam.

"Keberadaan berbagai peralatan tersebut menunjukkan lokasi itu bukan hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan, melainkan dipersiapkan untuk aktivitas pengolahan dan pembentukan emas atau logam mulia," kata Irhamni di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dalam penggeledahan, penyidik menemukan identitas dua orang yang diduga pemilik workshop berinisial ZL dan ZC. Keduanya merupakan warga negara China.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mengetahui data perlintasan dan keberadaan terduga pelaku," ujar Irhamni.

Saat ini penyidik masih mendalami asal-usul emas, pihak-pihak yang terlibat dalam pengolahan, serta jaringan yang diduga berperan dalam penyelundupan emas ke Hong Kong. Penyidik juga menelusuri aliran transaksi keuangan terkait kasus ini.

Irhamni menegaskan Polri akan menelusuri mata rantai kejahatan emas ilegal dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber perolehan emas, pemasok, tempat pengolahan, penampung, hingga jaringan penyelundupan ke luar negeri.

"Keberadaan workshop di kawasan perumahan menunjukkan aktivitas pengolahan logam mulia dapat dilakukan secara tersembunyi dan terorganisasi. Karena itu diperlukan pengawasan dan penegakan hukum berkelanjutan," katanya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri juga mengamankan dua warga negara India dalam kasus dugaan penyelundupan emas ilegal ke Dubai.

Sindikat itu beroperasi sekitar dua bulan dengan hasil produksi sekitar 30 kilogram per hari. Pada Senin (17/8), penyidik menggeledah rumah dan ruko yang diduga digunakan untuk menyelundupkan emas dengan modus dilebur menjadi serbuk dan diubah menjadi gel untuk mengelabui petugas bandara.(Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN