Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup hingga 31 Agustus 2026

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 19.58 WIB
pendakian_gunung_gede_pangrango_ditutup_hingga_31_agustus_2026

Gunung Gede Pangrango. (Foto: Okezone/Mistar)

news_banner

Cianjur, MISTAR.ID – Penutupan seluruh jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, kembali diperpanjang. Aktivitas pendakian yang sebelumnya ditutup hingga 18 Agustus 2026, kini masih ditutup hingga 31 Agustus 2026.

Kepala Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan diperpanjangnya penutupan TNGGP karena petugas masih melakukan sejumlah penanganan pascakebakaran di kawasan taman nasional.

Perpanjangan penutupan diperlukan untuk mendukung proses moping up, pendinginan, serta pengelolaan kawasan setelah kebakaran. Langkah tersebut dinilai perlu agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara optimal.

"Bagi calon pendaki yang telah melakukan pemesanan pada tanggal tersebut, tautan pengajuan refund akan dikirimkan melalui Whatsapp resmi Balai Besar TNGGP ke nomor yang digunakan saat melakukan pendaftaran," ujar Deni dalam siaran pers, dikutip Kompas.com, Rabu (19/8/2026).

Ia menyebutkan, memasuki pekan kedua penanganan kebakaran di kawasan TNGGP, sejumlah titik yang sempat mengeluarkan asap kini dilaporkan telah padam. Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan arah angin dari timur menuju barat.

"Dipimpin langsung kabalai, sebanyak 10 personel bersama relawan melakukan pengecekan dan penyisiran di sekitar Kawah Wadon pada pagi hari dan sore. Kondisi lokasi terpantau baik dan tidak ditemukan titik asap," kata dia.

Deni berharap, kondisi tersebut dapat terus terjaga guna mendukung proses penanganan hingga kawasan dapat dipastikan dalam kondisi aman. Namun demikian, pengecekan dan penyisiran tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi lapangan secara menyeluruh.

"Dukungan semua pihak melalui keterlibatan langsung di lapangan, pemantauan, komunikasi, penyampaian informasi, dan bentuk dukungan lainnya menjadi kekuatan dalam penanganan kebakaran dan bagian penting dalam menjaga kawasan konservasi TNGGP," ujar Deni.

Menurutnya, lokasi kebakaran berada di ketinggian 2.500 hingga 2.600 mdpl dengan topografi curam hingga sangat curam menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran.

"Selain itu, kebutuhan air untuk pemadaman juga terbatas. Sumber air terdekat berada di shelter Kandang Badak yang berjarak sekitar 1,5 kilometer," imbuhnya. (Kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN