Friday, August 14, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Prabowo Siapkan Skema Tukar Tambah Motor Bensin ke Motor Listrik Nasional

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 08.46 WIB
prabowo_siapkan_skema_tukar_tambah_motor_bensin_ke_motor_listrik_nasional

Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan skema tukar tambah dari motor konvensional alias motor bensin ke motor listrik nasional (molinas). (Foto: Sekretariat Presiden

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan skema tukar tambah bagi masyarakat yang ingin mengganti motor konvensional berbahan bakar bensin dengan motor listrik nasional (Molinas).

Skema tersebut disiapkan pemerintah untuk mempercepat peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Tenang saja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah," kata Prabowo saat peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Pemerintah Siapkan Cicilan Ringan hingga Tanpa DP

Selain skema tukar tambah, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan pembiayaan yang lebih terjangkau untuk masyarakat yang ingin membeli motor listrik nasional.

Salah satu opsi yang dibahas adalah menurunkan bunga cicilan. Pemerintah juga berupaya menekan biaya uang muka atau down payment (DP), termasuk membuka peluang pembelian motor listrik tanpa DP.

Prabowo menilai peralihan dari kendaraan konvensional menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari perubahan yang tengah berlangsung di berbagai negara.

Ia mencontohkan Beijing, China, yang menerapkan kebijakan terkait emisi karbon dan membatasi penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar bensin di wilayah tertentu.

Menurut Prabowo, penggunaan motor listrik juga dapat memberikan penghematan biaya operasional bagi masyarakat, terutama dari sisi pengeluaran bahan bakar.

"Penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ujarnya.

Penjualan Motor Listrik Dinilai Masih Berpotensi Besar

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan penyerapan motor listrik di Indonesia saat ini masih relatif kecil. Padahal, potensi pasarnya dinilai sangat besar.

Rosan menyebut terdapat sekitar 140 juta unit sepeda motor yang beroperasi di Indonesia. Sementara itu, penjualan sepeda motor baru setiap tahunnya berada di kisaran 6-7 juta unit.

Melihat besarnya pasar tersebut, pemerintah dan pihak terkait berupaya mendorong skema pembelian yang lebih mudah bagi masyarakat. Salah satunya melalui opsi pembelian motor listrik tanpa uang muka.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.

Molinas Dikembangkan sebagai Ekosistem Nasional

Prabowo sebelumnya meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026).

Program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai peluncuran satu merek atau model motor listrik. Molinas dirancang menjadi ekosistem kendaraan listrik nasional yang melibatkan berbagai sektor.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan ekosistem Molinas akan mencakup pengembangan industri dan manufaktur, komponen serta baterai, infrastruktur pengisian daya dan battery swapping, pembiayaan, distribusi, hingga layanan purnajual.

Penguatan penyerapan pasar juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem tersebut.

PT Len Industri akan bertindak sebagai lead integrator untuk mengoordinasikan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan ekosistem motor listrik nasional.

Pemerintah berharap pengembangan Molinas dapat memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan kapasitas manufaktur dan rantai pasok dalam negeri, serta membuka peluang lapangan kerja baru.

Keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi juga diharapkan semakin luas seiring berkembangnya industri motor listrik nasional.

Di sisi energi, pengembangan Molinas diarahkan untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan pemanfaatan energi listrik.

Dengan skema tukar tambah, cicilan yang lebih ringan, hingga peluang pembelian tanpa DP, pemerintah berharap peralihan masyarakat dari motor bensin ke motor listrik dapat berlangsung lebih cepat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN