Tuesday, August 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Prabowo dan PM Tailan Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi hingga Keamanan

Mistar.idSelasa, 4 Agustus 2026 pukul 09.16 WIB
prabowo_dan_pm_tailan_bahas_penguatan_kerja_sama_ekonomi_hingga_keamanan

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan PM Thailand Anutin Charnvirakul (kiri) dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). (Foto: Antara/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Tailan, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan bilateral tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di berbagai sektor.

Dalam pembahasan, kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, pertahanan, keamanan, serta meningkatkan upaya bersama dalam memberantas kejahatan lintas negara.

Pada kesempatan itu, Anutin juga menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2. Ia turut menyerahkan medali kehormatan dari Militer Kerajaan Tailan kepada Presiden Prabowo.

Sebelum bertemu Presiden, Anutin tiba di Jakarta melalui Lanud Halim Perdanakusuma dan disambut dengan upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Prosesi penyambutan diwarnai pasukan berkuda, pertunjukan Tari Sekar Sahitya Ayu (Jaipongan Klasik), pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara, serta 21 dentuman meriam.

Setelah upacara penyambutan, Prabowo dan Anutin menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) sebelum melanjutkan pembicaraan bilateral bersama delegasi masing-masing negara.

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penguatan hubungan ekonomi. Anutin mengusulkan pembentukan Joint Trade Committee (JTC) atau Komite Perdagangan Gabungan Indonesia–Tailan guna mendorong peningkatan kerja sama perdagangan.

Menurutnya, nilai perdagangan bilateral yang saat ini telah mencapai sekitar 20 miliar dolar AS masih memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan.

"Indonesia adalah mitra dagang terbesar keempat Tailan di ASEAN, dan kami percaya bahwa Indonesia seharusnya menjadi yang pertama. Mengingat besarnya perekonomian kedua negara, kita harus berupaya lebih untuk meningkatkan volume perdagangan ini," kata Anutin.

Thailand juga menawarkan peningkatan kerja sama di sektor pangan, industri halal, energi, hingga perikanan, termasuk menghidupkan kembali Tailan-Indonesia Energy Forum yang terakhir digelar pada 2014.

Di bidang pertahanan, PM Anutin menyatakan kesiapan Thailand memasok 36 Amphibious Wheeled Armoured Vehicle (AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia," ujarnya.

Anutin juga mengundang Indonesia berpartisipasi dalam pameran pertahanan dan keamanan Tailan tahun depan.

Sepakat Berantas Online Scam hingga Perdagangan Orang

Prabowo mengatakan Indonesia dan Tailan sepakat memperkuat kerja sama menghadapi kejahatan transnasional, terutama penipuan daring (online scam), perdagangan orang, dan narkotika.

"Ke depan, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pertukaran informasi dan intelijen, kerja sama investigasi bersama, pelacakan aliran keuangan, serta koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional," ujar Prabowo.

Indonesia dan Tailan juga mendukung pengembangan Transnational Referral Mechanism (TRM) guna mempercepat perlindungan dan pemulangan korban kejahatan lintas negara.

Sementara itu, Anutin memastikan Dewan Keamanan Nasional Tailan akan mengikuti Dialog Keamanan Indonesia-Thailand yang digelar bulan depan.

"Kedua negara kita harus meningkatkan kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional, khususnya penipuan online, perdagangan manusia dan narkoba," kata Anutin.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Tailan atas bantuan memulangkan hampir 1.000 WNI yang menjadi korban jaringan penipuan daring di kawasan perbatasan Tailan.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama bangsa Indonesia kepada pemerintah Tailan atas bantuan dan kerja sama yang erat dalam memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam," kata Prabowo.

Anutin menyebut pemulangan tersebut merupakan bagian dari komitmen Tailan memperkuat kerja sama perlindungan warga negara di kawasan ASEAN. (Kumparan)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN