Friday, August 7, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Pemerintah Identifikasi 6 Juta Data Ganda di Daftar Penerima Manfaat MBG

Mistar.idJumat, 7 Agustus 2026 pukul 14.02 WIB
pemerintah_identifikasi_6_juta_data_ganda_di_daftar_penerima_manfaat_mbg

Kepala BGN, Sudaryono. (Foto: Dok. Kementan)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pemerintah mengidentifikasi sekitar 6 juta data ganda dalam daftar penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (7/8/2026).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan data ganda muncul karena satu orang tercatat di lebih dari satu basis data instansi.

Sebagai contoh, seorang anak dapat terdaftar sebagai siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di bawah Kementerian Agama, sekaligus tercatat sebagai santri di sebuah pondok pesantren.

"Atau dia SMP di dalam pondok (pesantren) dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026), dilansir dari detikcom.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah terus melakukan sinkronisasi data dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.

Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, serta Kementerian Kesehatan guna memastikan tidak ada lagi penerima MBG yang tercatat ganda.

"(agar) Datanya tuh saling ngobrol gitu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh. Jadi, tidak ada double identitas," tambah Sudaryono.

Saat ditanya mengenai jumlah data ganda, Sudaryono menyebut angka pengurangannya bisa mencapai sekitar 6 juta penerima MBG.

"Kalau nggak salah ada pengurangannya ada sekitar ya ada 6 juta. Kita sisir," ucapnya. (detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN