Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK, Sempat Nobar Final Piala Dunia 2026 Sebelum Ditangkap

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (Foto: detikBali)
Pematangsiantar, MISTAR.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menjerat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini. Penangkapan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah sang bupati menghadiri acara nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran pejabat pemerintah daerah.
Sebelum diamankan, Lalu Ahmad Zaini diketahui mengikuti kegiatan nonton bersama laga final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Acara tersebut berlangsung hingga menjelang pagi bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Tak lama setelah kegiatan berakhir, tim KPK melakukan penyegelan terhadap ruang kerja Bupati Lombok Barat serta ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo, sekitar pukul 07.30 WITA.
Sekretaris Daerah Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku baru mengetahui adanya penyegelan saat tiba di kantor. Ia mengatakan sebelumnya masih mengikuti kegiatan nonton bersama final Piala Dunia bersama bupati dan sejumlah pejabat lainnya hingga pagi hari.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcayanto, membenarkan adanya operasi tangkap tangan di wilayah Lombok Barat. Ia memastikan Lalu Ahmad Zaini termasuk salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa total terdapat 19 orang yang diamankan dalam OTT tersebut. Mereka berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Lombok Barat maupun pihak swasta.
Dari jumlah tersebut, tujuh orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara pemeriksaan awal dilakukan di Markas Brimob Lombok Barat.
Menurut KPK, Bupati Lombok Barat diamankan di rumah dinasnya pada Senin pagi. Sementara pihak lain ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Lombok Barat.
KPK mengungkapkan bahwa operasi tangkap tangan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan suap yang berhubungan dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam pecahan rupiah dan beberapa dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara. Nilai uang yang berhasil diamankan sementara ini mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan sebelum menetapkan status hukum mereka sesuai ketentuan yang berlaku.
























