Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
NASIONAL

BNPB Catat 742 Hektare Lahan Terbakar, Kalimantan Tengah Terluas

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 13.00 WIB
bnpb_catat_742_hektare_lahan_terbakar_kalimantan_tengah_terluas

Karhutla. (Foto: Business World)

Jakarta, MISTAR.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Hingga Senin (2/11/2026), total luas lahan yang terbakar mencapai 742 hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kebakaran tersebar di sejumlah provinsi. Kalimantan Tengah dan Papua Selatan menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar.

"Secara nasional kami bisa menyampaikan ada 742 hektare lahan terbakar," kata Berton seperti dikutip dari detik.com, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan data BNPB, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 351 hektare. Meski menjadi yang terbesar, angka tersebut mengalami penurunan 42 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Papua Selatan berada di urutan berikutnya dengan luas kebakaran 253 hektare atau turun 56 persen. Sementara itu, Sulawesi Tenggara mencatat 95 hektare lahan terbakar, turun 63 persen.

Di Nusa Tenggara Timur, luas lahan yang terbakar tercatat 16 hektare atau berkurang 36 persen. Adapun Bangka Belitung mencatat delapan hektare dan Kalimantan Barat sebanyak 19 hektare.

Berton menjelaskan, sebelumnya tidak ada laporan titik api di Bangka Belitung dan Kalimantan Barat. Namun, pada Senin (2/11/2026), kebakaran justru ditemukan di kedua wilayah tersebut.

"Artinya untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan, masih berpotensi terjadi titik-titik api baru mengingat api atau bara api yang ada di bawah permukaan masih belum 100 persen padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini," tutur dia.

"Tentu kami tetap mengimbau dan akan melakukan upaya-upaya sehingga titik-titik api akan padam sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari setelah membesar," tuturnya.

Untuk mengantisipasi kebakaran meluas, BNPB masih menyiagakan armada udara guna mendukung pemadaman. Langkah ini dilakukan agar titik api tidak kembali membesar dan memicu kebakaran di wilayah yang lebih luas.

Berton menyebutkan, terdapat 54 armada udara yang disiapkan untuk penanganan karhutla. Sebanyak 22 armada digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sedangkan 30 helikopter disiagakan untuk pemadaman melalui metode water bombing.

"Kita lihat ada di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Jambi dan Riau tetap ada standby atau dalam keadaan siap siaga ketika nanti pesawat ini dibutuhkan untuk keperluan yang ketika ada titik api ataupun memang diperlukan untuk melakukan modifikasi cuaca," ucap dia.

Selain itu, BNPB turut menyiapkan dukungan udara di Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan kebakaran.

Berton menegaskan, kesiapsiagaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, termasuk di daerah yang mulai diguyur hujan. (detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN