Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
MEDAN

Mitigasi Bencana Banjir, Pemko Medan Siagakan Puluhan Perahu Karet

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 13.31 WIB
mitigasi_bencana_banjir_pemko_medan_siagakan_puluhan_perahu_karet_

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari. (Foto: Dokumentasi Diskominfo Medan/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Banjir luar biasa yang melanda hampir seluruh kecamatan di Kota Medan kurun waktu dua tahun berturut-turut membuat masyarakat resah. Betapa tidak, bencana banjir tersebut terjadi di waktu yang sama, yakni tanggal 27 November 2025 dan 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, menjelaskan banjir yang terjadi dua tahun berturut-turut tersebut diakibatkan hujan dengan intensitas lebat turun di hulu dan Kota Medan.

“Berdasarkan koordinasi kita terkait kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, BMKG menyebut bulan November merupakan puncak musim hujan di Kota Medan. Apa yang terjadi dua tahun lalu bisa saja terjadi di tahun ini, karena hujan merupakan kondisi alam. Namun kita berharap dan berdoa semoga bencana yang pernah kita rasakan dua tahun belakangan tidak terjadi lagi tahun ini,” ucap Yunita kepada Mistar, Selasa (3/11/2026).

Dikatakan Yunita, di balik kondisi alam yang bisa berubah-ubah, pihaknya tetap bersiaga melakukan mitigasi, salah satunya dengan menyiagakan perahu karet dan tenda pengungsian di beberapa kecamatan.

“Total ada 23 perahu karet dan 7 tenda pengungsian yang sudah kita bagikan ke beberapa kecamatan. Sehingga ketika terjadi bencana banjir bisa cepat ditangani, termasuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak,” katanya.

Soal pemetaan wilayah yang tergolong krusial, Yunita mengaku hal tersebut sudah dilakukan pihaknya.

“Tentu yang paling rentan tetap Kecamatan Medan Maimun, karena berada di Daerah Aliran Sungai Deli dan posisinya lebih rendah ketimbang jalan raya. Kecamatan Medan Johor dan Helvetia juga rentan. Kecamatan-kecamatan tersebut akan menjadi prioritas dan fokus kita ketika terjadi bencana banjir,” jelasnya.

Yunita mengungkapkan, banjir hebat yang melanda Kota Medan selama dua tahun belakangan diakibatkan hujan lebat yang tak berhenti-berhenti dan terjadi di bersamaan di hulu serta Kota Medan.

“Kalau hanya di hulu saja, paling yang terdampak masyarakat yang tinggal di DAS. Kalau hujannya hanya di Kota Medan, paling hanya genangan air di beberapa titik dan airnya cepat surut. Tapi kalau sudah bersamaan dan hujannya turun dalam waktu yang lama, itu berpotensi membuat banjir hebat. Pada prinsipnya kita hanya bisa bersiaga dan menyiapkan langkah mitigasi, dan itu sudah kita lakukan dan rencanakan ketika musibah banjir memang tidak terelakkan,” pungkasnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN