Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pasokan Cabai dari Batu Bara Menipis, Harga di Pematangsiantar Kembali Melonjak

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 13.54 WIB
pasokan_cabai_dari_batu_bara_menipis_harga_di_pematangsiantar_kembali_melonjak

Pedagang cabai di Pasar Dwikora, Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID – Berkurangnya pasokan cabai dari Kabupaten Batu Bara akibat masa panen yang hampir berakhir menjadi salah satu penyebab kenaikan harga cabai di Kota Pematangsiantar, Selasa (3/11/2026).

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca buruk yang memengaruhi hasil panen berkurang di sejumlah daerah lainnya.

Kepala Bidang Pangan dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Pematangsiantar, Laila M. Nasution, mengatakan pasokan cabai ke Pematangsiantar selama ini bergantung pada daerah lain.

Akibatnya, harga mudah mengalami kenaikan ketika pasokan dari daerah penghasil mulai berkurang.

"Pasokan cabai kita terutama itu dari Batu Bara. Saat ini masa panennya sudah hampir habis, makanya mempengaruhi harga. Kemudian, akibat stok semakin sedikit, maka harga ikut naik. Penyebab lainnya karena hujan terus-menerus mempengaruhi hasil panen. Itu penyebab utamanya," kata Laila saat dikonfirmasi Mistar, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar telah bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menekan kenaikan harga. Salah satunya melalui intervensi pasar bersama Perumda Pasar dan Bank Indonesia dengan membeli cabai untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat dengan harga lebih murah.

“Namun, upaya tersebut belum memberikan dampak yang bertahan lama. Harga cabai memang sempat turun setelah intervensi dilakukan, tetapi kembali mengalami kenaikan hari ini,” tuturnya.

Laila menyebutkan, Pematangsiantar bukan daerah penghasil utama cabai. Program pekarangan pangan lestari dan bantuan bibit yang diberikan pemerintah selama ini hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.

"Kalau untuk kebutuhan kota secara keseluruhan, jelas tidak cukup. Kita sangat bergantung pada pasokan dari daerah tetangga seperti Simalungun, terutama Seribudolok dan Raya, juga Kabupaten Batu Bara," paparnya.

Berdasarkan hasil koordinasi antardaerah, pasokan cabai dari Batu Bara diperkirakan baru kembali panen awal tahun depan karena petani baru memulai siklus tanam pada November 2026.

"Hasil rapat kerja sama kemarin menunjukkan masa panen di Batu Bara sudah selesai. Mereka mulai lagi pada November. Sekarang kita hanya mengandalkan Seribudolok dan Raya. Tapi, sebagian pasokan di sana juga kena serangan hama, jadi volumenya turun," ucap Laila.

Di tengah kenaikan harga tersebut, Laila meminta masyarakat tetap tenang. Menurutnya, kenaikan harga cabai tidak hanya terjadi di Pematangsiantar, tetapi juga di sejumlah daerah lain.

"Rata-rata di daerah lain harga cabai memang sedang tinggi, bukan cuma di Siantar saja," katanya lagi.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN