Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Banyak Penyintas Gempa NTT Alami Patah Tulang

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 15.31 WIB
banyak_penyintas_gempa_ntt_alami_patah_tulang

Foto udara bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Wilayah yang tersebut menjadi salah satu titik di Kabupaten Manggarai yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT. (Foto: Antara/Fikri Yusuf)

news_banner

NTT, MISTAR.ID – Banyak penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami patah tulang. Kondisi tersebut menjadi salah satu kasus yang paling banyak ditangani di dua rumah sakit lapangan yang telah didirikan untuk membantu korban gempa.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kedua rumah sakit lapangan tersebut telah mulai beroperasi dan sudah dapat melakukan tindakan operasi, khususnya bagi korban yang mengalami patah tulang.

"Itu sudah beroperasi kemarin, dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang di sini, sekarang sudah beroperasi dua rumah sakit itu," kata Budi di SMA A. Wahid Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026), dilansir dari .

Menurut Budi, sekitar 40 keluarga telah mendapatkan pelayanan kesehatan dari dua rumah sakit lapangan tersebut. Fasilitas kesehatan sementara itu disiapkan untuk membantu menangani kebutuhan medis warga terdampak gempa.

Gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Flores, NTT, terjadi pada 15 Agustus 2026. Pascagempa, kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak masih cukup besar.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan telah mendirikan dua rumah sakit lapangan di wilayah terdampak. Fasilitas tersebut difungsikan untuk memberikan penanganan medis kepada korban yang masih membutuhkan bantuan kesehatan setelah bencana.

"Kami laporkan ada dua rumah sakit lapangan yang kami kirimkan. Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya.

Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau, misalnya puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.

"Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tuturnya. (Kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN