Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Akses ke Dua Desa di Ende Masih Tertutup Longsor Setelah Gempa

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB
akses_ke_dua_desa_di_ende_masih_tertutup_longsor_setelah_gempa

Pencarian korban gempa di NTT. (Foto: Risks.id)

news_banner

Ende, MISTAR.ID – Dua desa di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terkendala akses transportasi darat setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Kedua desa yang terdampak adalah Desa Wolokota dan Desa Nila. Jalur darat menuju wilayah tersebut hingga kini belum dapat dilalui karena tertutup material longsor.

Kondisi itu membuat penyaluran bantuan kepada warga harus dilakukan melalui jalur laut. Namun, distribusi bantuan dengan cara tersebut sangat bergantung pada ketersediaan kapal serta kondisi cuaca di perairan sekitar.

Di Desa Wolokota, jalur darat yang menghubungkan Reka dengan Wolokota dilaporkan lumpuh total akibat longsor. Material tanah dan longsoran menutup akses sehingga kendaraan belum dapat melintas.

Kepala Desa Wolokota, Yulius Irenius, mengatakan hingga kini belum ada proses pembersihan material longsor di lokasi tersebut oleh pemerintah. Akibatnya, warga masih mengandalkan jalur alternatif untuk mendapatkan bantuan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kondisi infrastruktur jalan darat dari Reka ke Wolokota lumpuh total karena longsor. Sampai saat ini pihak pemerintah belum melakukan pembersihan,” ujarnya, Kamis (20/8/2026) pagi, dilansir dari TribunFlores.

Terputusnya akses darat membuat distribusi kebutuhan warga terdampak menjadi kendala. Untuk sementara, stok logistik bagi masyarakat diambil dari Kantor Camat untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan melalui jalur laut. "Untuk sementara kami menggunakan akses laut karena sampai saat ini pemerintah belum melakukan pembersihan di lokasi longsoran,” jelas Yulius.

Namun, pengiriman bantuan melalui jalur laut juga masih menghadapi kendala. Pemerintah Desa Wolokota masih melakukan pengecekan terkait ketersediaan kapal motor laut yang akan mengangkut bantuan dari Ende menuju wilayah terdampak. Yulius mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian apakah kapal yang akan digunakan untuk mengangkut bantuan tersebut dapat datang atau tidak.

“Saya barusan konfirmasi dengan staf desa yang mengambil bantuan. Jawabannya masih cross-check kapal transportasi motor laut, apakah datang atau tidak,” katanya. Lanjut dia, apabila kapal tersebut tidak datang, maka bantuan yang telah disiapkan belum dapat disalurkan kepada warga yang terdampak gempa. (Tribun)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN