Saturday, September 12, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Air Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri Surut, Puluhan Makam Kuno Muncul

Mistar.idSabtu, 12 September 2026 pukul 16.26 WIB
air_waduk_gajah_mungkur_di_wonogiri_surut_puluhan_makam_kuno_muncul

Makam kuno muncul di waduk Wonogiri, tepatnya Waduk Gajah Mungkur, di Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (9/9/2026). (Foto: DetikJateng/Agil Trisetiawan Putra)

news_banner

Wonogiri, MISTAR.ID - Puluhan makam kuno kembali terlihat di dasar Waduk Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, seiring menyusutnya permukaan air akibat musim kemarau.

Makam-makam tersebut mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Sebagian sudah tampak jelas, sementara lainnya masih terendam air.

"Udah beberapa hari ini kelihatan, karena airnya surut. Tapi ini belum terlihat semua, baru sebagian aja, masih banyak yang di dalam air," kata Karni, warga Kelurahan Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, Rabu (9/9/2026), dilansir detikJateng.

Puluhan makam yang muncul diduga terbuat dari batu kapur. Kondisinya beragam, mulai dari yang masih utuh hingga terkikis akibat waktu dan arus air. Sejumlah nisan juga masih memperlihatkan ukiran tulisan, meski sebagian sulit dibaca.

Ukuran batu nisan tersebut bervariasi, mulai sekitar setengah meter hingga dua meter.

Kemunculan makam menjadi daya tarik bagi sejumlah pengunjung yang ingin melihat jejak sejarah di tengah waduk. Namun, menurut Karni, wisatawan yang datang belum banyak dan umumnya hanya untuk berfoto.

"Belum [banyak wisatawan yang datang], paling satu dua orang datang foto-foto saja. Kebanyakan yang ke sini ya orang mancing, sama [petani] ke sawah," ujarnya.

Akses menuju lokasi makam juga cukup sulit. Pengunjung harus berjalan kaki melintasi dasar waduk yang mengering dengan kondisi tanah masih basah.

Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari, mengatakan kemunculan makam-makam tersebut merupakan fenomena yang terjadi setiap musim kemarau.

"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat, tapi ini baru sebagian, karena airnya masih cukup tinggi," katanya.

Menurutnya, makam biasanya mulai terlihat sejak Agustus. Namun, tahun ini kemunculannya baru terjadi pada September karena penyusutan air berlangsung lebih lambat.

"Biasanya Agustus sudah mulai kelihatan. Tahun ini surutnya agak lambat, sehingga belum semuanya muncul," ucapnya.

Waduk Gajah Mungkur dibangun dengan menenggelamkan 51 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Lokasi makam-makam tersebut sebelumnya merupakan tempat pemakaman umum yang kembali terlihat ketika permukaan air waduk menyusut. (hm25/detikJateng)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN