Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

KAI Divre I Sumut Tuntaskan 2.293 Bantalan Sintetis Jelang Angkutan Lebaran 2026

Mistar.idKamis, 26 Februari 2026 pukul 17.46 WIB
kai_divre_i_sumut_tuntaskan_2293_bantalan_sintetis_jelang_angkutan_lebaran_2026

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara Program jangka panjang penggantian bantalan kayu ke bantalan sintetis yang telah digulirkan sejak tahun 2022. (Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) dalam memodernisasi prasarana jembatan memasuki babak baru. Program jangka panjang penggantian bantalan kayu menjadi bantalan sintetis yang telah digulirkan sejak 2022 kini tuntas dilaksanakan pada titik-titik prioritas menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.

Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 2.293 batang bantalan sintetis telah terpasang, menggantikan bantalan kayu konvensional yang mulai mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia dan cuaca.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa proyek ini bukan pekerjaan instan. Penggantian bantalan dilakukan secara berkesinambungan selama empat tahun terakhir berdasarkan skala prioritas teknis pada jembatan rangka baja.

“Program ini sudah berlangsung sejak 2022 dan dilakukan bertahap. Hingga saat ini, material sintetis tersebut telah terpasang pada 48 jembatan rangka baja yang tersebar di lintas Belawan–Rantauprapat, termasuk jalur menuju Siantar dan Tanjungbalai,” kata Anwar, Kamis (26/2/2026).

Pemilihan momen penyelesaian di akhir Februari ini merupakan langkah antisipatif KAI dalam menyambut lonjakan pemudik pada 11 Maret mendatang. Penggunaan teknologi sintetis dinilai krusial untuk menjaga keselamatan perjalanan di atas jembatan karena sifatnya yang lebih stabil dibandingkan kayu.

Beberapa keunggulan bantalan sintetis dibandingkan kayu antara lain tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan paparan zat kimia, memiliki usia pakai hingga puluhan tahun sehingga lebih efisien dalam biaya perawatan jangka panjang, serta tetap mampu menyerap getaran dan suara secara optimal demi kenyamanan penumpang.

Selain aspek teknis operasional, Anwar menekankan bahwa penggunaan bantalan sintetis merupakan langkah nyata KAI dalam mendukung prinsip keberlanjutan. Dengan beralih dari kayu, perusahaan turut mengurangi ketergantungan pada penebangan pohon untuk kebutuhan industri perkeretaapian.

“Peralihan ini membantu mengurangi kebutuhan material berbasis kayu. Kami ingin layanan kereta api di Sumut tidak hanya andal dan selamat, tetapi juga semakin ramah lingkungan,” ucapnya.

Kini, dengan tuntasnya pemasangan di 48 titik jembatan utama, prasarana KAI Divre I Sumut dinyatakan siap melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026 dengan tingkat keandalan struktur yang lebih mumpuni.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN