Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

Kabupaten-Kota yang Terdampak Banjir Longsor di Sumut Bertambah

Mistar.idJumat, 28 November 2025 pukul 10.37 WIB
kabupatenkota_yang_terdampak_banjir_longsor_di_sumut_bertambah

Tempat usaha penjualan jeruk hanyut diseret arus banjir di Jalan Setia Indah, belakang PDAM Sunggal. (F: Putra/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon menyebutkan sebanyak 20 kabupaten-kota mengalami banjir dan longsor sejak 24 November hingga 27 November 2025. Jumlah ini bertambah dari yang sebelumnya hanya 12 wilayah.

Adapun daftar wilayah yang terdampak adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Nias, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Nias Selatan, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kota Binjai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhan Batu dan Pelabuhan Belawan.

“Jadi per Kamis 27 November 2025, masih tercatat 12 kabupaten dan kota. Hari ini sudah 20 kabupaten dan kota yang terdampak banjir dan longsor,” ujar Ferry.

Sementara untuk jumlah bencana alam yang terjadi sebanyak 367 kasus. Diantaranya, 135 kasus tanah longsor, 214 kasus banjir, 16 kejadian pohon tumbang dan 2 kejadian angin puting beliung.

Polda Sumut telah menurunkan sebanyak 1.030 personil gabungan yang terdiri dari 545 orang personil Satgas wilayah (Satwil), 121 personel Direktorat Samapta, 345 personel Satuan Brimob Polda Sumut, 8 personil Bid TIK, 11 personil Biddokkes Polda Sumut.

“Pembersihan badan jalan yang terdampak material longsor dan upaya evakuasi korban masih terus berlanjut. Tak hanya itu, polisi juga melaksanakan tindakan SAR pada korban terdampak bencana alam oleh Personel Brimob Polda Sumut,” ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN