Banjir Berulang Rendam KIM II Medan, PT KIM Siapkan Kanal Bersama BBWS

Salah satu ruas jalan di kawasan KIM II yang kerap digenangi air saat hujan deras. (Foto: Kamaluddin/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Hujan deras yang mengguyur kawasan Medan Utara mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kawasan Industri Medan (KIM) II, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, terendam banjir, Jumat (6/11/2026).
Genangan air menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Para pekerja dan pengendara terpaksa berjibaku menerobos banjir demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan industri tersebut, pemandangan kontras terlihat. Truk-truk pengangkut barang bergerak perlahan menembus genangan, sementara pengendara sepeda motor berusaha mencari jalur dengan genangan lebih dangkal.
Jalan yang seharusnya menjadi akses utama penunjang aktivitas industri justru berubah menjadi lintasan yang penuh risiko bagi para pengguna jalan.
Bagi sebagian pekerja, banjir seolah menjadi persoalan berulang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan Medan Utara.
Di balik genangan yang memenuhi badan jalan, tersimpan keresahan masyarakat yang setiap hari menggantungkan aktivitas dan pekerjaannya di kawasan tersebut.
"Sudah bosan juga kalau hujan pasti begini. Saya bekerja di salah satu pabrik di sini, jadi setiap hari harus melewati jalan ini," keluh Indra, seorang pengendara sepeda motor kepada Mistar, Jumat (6/11/2026).
Kesulitan semakin terasa ketika kendaraan besar melintas. Air yang terdorong roda truk dapat menyiram pengendara sepeda motor. Selain itu, kedalaman genangan yang tidak terlihat membuat perjalanan semakin berisiko.
"Kalau truk lewat, airnya bisa tinggi dan menyiram pengendara. Kita juga harus pelan-pelan karena tidak tahu seberapa dalam genangannya," ungkapnya sambil menceritakan pengalamannya setelah mendorong sepeda motor yang mogok akibat menerobos genangan.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak Humas PT Kawasan Industri Medan (PT KIM), saat dikonfirmasi Mistar, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) atas ketidaknyamanan akibat banjir yang melanda kawasan industri tersebut.
Pihak Humas PT KIM menjelaskan, salah satu faktor penyebab banjir adalah tingginya curah hujan di wilayah hulu. Selain itu, kondisi geografis kawasan KIM yang relatif rendah serta beberapa wilayah yang berbentuk seperti cekungan akibat penurunan tanah turut memengaruhi terjadinya genangan.
Terkait sistem drainase, PT KIM menyatakan bahwa pengelola kawasan secara rutin melakukan pengecekan dan pembersihan saluran air.
Sebagai langkah penanganan jangka panjang, PT KIM bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) disebut telah memulai pembangunan kanal di dalam kawasan industri.
Pembangunan tersebut merupakan upaya bersama antara PT KIM dan pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi di kawasan industri tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki sistem pengendalian aliran air sehingga genangan tidak terus berulang ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Selain menjelaskan langkah jangka panjang, manajemen PT KIM juga menyampaikan sejumlah tindakan penanganan di lapangan sebagai bentuk pelayanan kepada para pemangku kepentingan di kawasan industri.
Meski demikian, persoalan banjir di kawasan industri tersebut masih membutuhkan perhatian dan penanganan berkelanjutan. Pengecekan drainase, pembangunan kanal, serta pemeliharaan saluran air menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko genangan.
Masyarakat berharap pembangunan kanal bersama Balai Wilayah Sungai dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi kawasan industri maupun masyarakat yang setiap hari beraktivitas di dalamnya.
Sebab, di balik besarnya aktivitas ekonomi dan industri KIM, terdapat ribuan pekerja yang membutuhkan akses jalan aman dan nyaman, tanpa harus menghadapi ancaman genangan setiap kali hujan turun.
Kini, harapan para pekerja sederhana: hujan boleh turun, tetapi jalan tidak seharusnya terus berubah menjadi kubangan.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER










































