Heboh Rumor Kim Jong-un Meninggal Dunia Usai Koma, Benarkah Korea Utara Terancam Perang Saudara?

Heboh Rumor Kim Jong-un meninggal dunia. (Foto: KNS/AFP via Getty Images)
Seoul, MISTAR.ID (20/10/2026) — Media sosial dihebohkan dengan rumor yang menyebut Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninggal dunia setelah mengalami koma akibat pendarahan otak. Hingga Senin (19/10/2026), kabar tersebut belum terverifikasi dan belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Utara.
Rumor itu pertama kali ramai diperbincangkan pada akhir pekan lalu. Narasi yang beredar menyebut kondisi medis yang buruk di Korea Utara memaksa Kim Jong-un dipindahkan ke Rumah Sakit Peking Union Medical College di Beijing untuk perawatan darurat.
Isu tersebut mencuat setelah Ketua Partai Demokrasi Tiongkok (China Democracy Party/CDP), Wanjun Xie, menulis di platform X. Ia mengklaim tim pakar medis dari rumah sakit di Beijing telah dikirim ke Korea Utara.
"Beredar kabar bahwa baru-baru ini Kim Jong-un mengalami pendarahan otak parah dan jatuh koma," tulis Xie.
Ia melanjutkan klaimnya dengan menyebut penanganan terlambat membuat Kim meninggal dan jenazahnya dipulangkan secara diam-diam ke Pyongyang.
Xie bahkan menambahkan narasi lanjutan yang menyebut rencana suksesi putri Kim, Ju-ae, gagal dan Partai Komunis Tiongkok mengirim 9.000 tentara ke Pyongyang untuk menstabilkan rezim. Ia juga menyebut Komando Teater Utara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok siaga tinggi Level III.
Akun lain di X mengklaim rumor itu bersumber dari pembelot Korea Utara, Ji Seong-ho, yang disebut berbicara kepada Yonhap News. Namun, penelusuran Daily Star tidak menemukan jejak wawancara tersebut. Faktanya, Ji Seong-ho sudah tidak aktif berbicara kepada media selama beberapa tahun dan kanal YouTube pribadinya tidak aktif sejak dua tahun lalu.
Hingga kini, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut. Situs resmi Korea Utara, Pyongyang Times dan KCNA, tidak merilis kabar duka apa pun.
Justru, penampilan publik terakhir Kim Jong-un tercatat pada 13 Oktober 2026, saat ia meresmikan Museum Revolusi Pertahanan Nasional yang memamerkan rudal-rudal besar, dalam rangka peringatan 81 tahun berdirinya Partai Pekerja Korea (WPK).
Sebelumnya, intelijen Korea Selatan pernah memperingatkan risiko kesehatan Kim Jong-un terkait berat badan berlebih yang berpotensi memicu serangan jantung, seperti yang dialami ayahnya.
Kesimpulan: Kabar Kim Jong-un meninggal dunia masih sebatas rumor di media sosial tanpa bukti valid. Pembaca diimbau menunggu pernyataan resmi dari KCNA dan sumber kredibel.(dailystar/hm02)
































