Kim Jong Un Lintasi Jembatan Baru, China-Korut Pererat Hubungan Ekonomi

Kim Jong Un (kanan) saat bertemu Wang Huning saat pembukaan jembatan baru, China-Korut. (foto: CCTV via CNN)
Dandong, MISTAR.ID - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un melintasi Jembatan Baru Sungai Yalu untuk mengunjungi Kota Dandong, China, pada Sabtu (24/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi simbol penguatan hubungan ekonomi kedua negara setelah jembatan penghubung itu resmi dibuka pada bulan ini usai tertunda selama bertahun-tahun.
Reuters melaporkan, Kim tiba di Dandong melalui jembatan sepanjang sekitar 3 kilometer yang menghubungkan China dengan Korea Utara. Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar perdagangan bilateral dan mengatasi hambatan logistik yang selama ini membatasi arus barang lintas perbatasan.
Dalam kunjungan itu, Kim didampingi Wang Huning, pejabat senior China yang menempati peringkat keempat dalam hierarki kepemimpinan negara tersebut. Wang menyampaikan salam dari Presiden China Xi Jinping, menurut kantor berita resmi Xinhua.
Rekaman yang ditayangkan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, memperlihatkan Kim berjalan melintasi jembatan yang dipenuhi orang-orang yang mengibarkan bendera ke arah Korea Utara.
Jembatan Baru Sungai Yalu merupakan salah satu jalur penyeberangan darat utama antara China dan Korea Utara. Pembukaannya diharapkan menghidupkan kembali perdagangan kedua negara setelah bertahun-tahun menghadapi penundaan pembangunan, gangguan pandemi, dan kendala hubungan bilateral.
Infrastruktur tersebut diperkirakan membantu pengiriman alat berat, bahan baku, serta produk energi yang dibutuhkan Korea Utara untuk mendukung pembangunan ekonominya.
Christopher Green, pakar Korea dari Universitas Leiden di Belanda, menilai keputusan Kim melintasi jembatan itu menunjukkan dukungannya terhadap penguatan perdagangan kedua negara.
“Kim telah memberikan persetujuannya terhadap perdagangan bilateral dengan melintasi Jembatan Baru Sungai Yalu untuk memasuki China,” kata Green, sebagaimana dikutip Reuters.
Menurut Green, penundaan pembukaan jembatan selama bertahun-tahun mencerminkan berbagai kendala yang sempat menghambat hubungan China dan Korea Utara.
Dikutip Reuters dari Xinhua, dalam pertemuan pada Sabtu, Wang mengatakan China siap memanfaatkan pembukaan jembatan untuk memperluas pertukaran masyarakat serta meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Lu Chao, pakar hubungan China-Korea Utara dari Akademi Ilmu Sosial Liaoning, juga menilai kunjungan Kim sejalan dengan meningkatnya kerja sama ekonomi dan pertukaran pejabat tingkat tinggi kedua negara.
“Pembukaan jembatan telah mengatasi hambatan utama dalam logistik perdagangan China-Korea Utara,” kata Lu. Ia menambahkan, perdagangan bilateral berpotensi meningkat setelah kendala logistik tersebut berkurang.
China merupakan pendukung ekonomi dan diplomatik utama Korea Utara serta menyumbang sebagian besar perdagangan resmi negara tersebut. Kedekatan kedua negara telah terjalin sejak Perang Korea pada 1950–1953, ketika pasukan China bertempur bersama Korea Utara.
Namun, hubungan militer Pyongyang yang semakin erat dengan Rusia sejak invasi Moskow ke Ukraina pada 2022 memunculkan pertanyaan di kalangan analis mengenai apakah Korea Utara mulai mengurangi ketergantungannya pada Beijing.
Meski demikian, kunjungan Kim ke Dandong memperlihatkan dorongan untuk memperkuat kembali hubungan ekonomi kedua negara, dengan infrastruktur perbatasan menjadi salah satu instrumen penting.
Selain melintasi jembatan, Kim mengunjungi monumen Perang Korea untuk memberikan penghormatan kepada para prajurit Tentara Sukarelawan Rakyat China yang bertempur bersama Korea Utara. Ia juga meninjau sebuah pabrik otomotif di Dandong. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Singapura Minta Indonesia Patuhi Kontrak Pasokan Gas











































