Tiga Kecamatan di Dairi Dilanda Bencana, Jalan Putus dan Lahan Petani Rusak

Satgas dan TRC BPBD Dairi melakukan penanganan darurat di Jalan Lae Pondom menuju Silahisabungan. (Foto: Kalaksa BPBD/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID (25/10/2026) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi mencatat terjadinya bencana longsor, banjir, pohon tumbang, dan jalan amblas di tiga kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan lahan pertanian warga rusak, akses transportasi terganggu, serta kerusakan infrastruktur lainnya.
Catatan laporan itu dibenarkan Erwin Sitorus, Staf Ahli Bupati Dairi yang merangkap Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Dairi, saat dikonfirmasi Mistar, Minggu (25/10/2026).
Dalam laporannya, bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini BPBD terus melakukan upaya penanganan darurat di sejumlah titik melalui Satuan Tugas dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Adapun rincian bencana tersebut di antaranya banjir di Desa Lae Ambat, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, yang menyebabkan lahan pertanian dan jalan usaha tani longsor serta jembatan hanyut.
Kemudian material longsor menutup badan jalan dan menyebabkan kerusakan berat hingga mengganggu akses dan mobilitas masyarakat, tepatnya di jalan penghubung antar desa dan antar kecamatan di Tanah Pinem, yakni ruas Simpang Renun–Lau Njuhar 1.
Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Lae Pondom menuju Kecamatan Silahisabungan hingga menghambat arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Erwin menyampaikan, BPBD tetap melakukan koordinasi dan menginventarisasi dampak bencana sekaligus memperoleh gambaran kondisi terkini agar dapat segera ditangani untuk pemulihan.
"Langkah ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat untuk menangani kondisi awal di lokasi terdampak, mengurangi risiko bahaya bagi pengguna jalan, serta mendukung keselamatan masyarakat," kata Erwin.
Penanganan sementara dilakukan menggunakan alat berat, senso, dan peralatan lainnya sebagai langkah awal sambil mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut. Mengingat ruas jalan tersebut mengalami kerusakan berat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi jalan belum dinyatakan aman oleh petugas.
Pemerintah Kabupaten Dairi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi maupun setelah hujan berlangsung lama. Warga diminta menjauhi lokasi longsor, tebing rawan runtuh, aliran sungai, serta kawasan yang berpotensi mengalami banjir dan longsor susulan.
Dalam kesempatan itu, Erwin mewakili Pemerintah Kabupaten Dairi menyampaikan keprihatinan kepada seluruh masyarakat terdampak, khususnya petani yang mengalami kerusakan lahan dan warga yang aktivitasnya terganggu akibat kerusakan infrastruktur.(hm02)











































