Banjir di Dairi Rusak 5 Hektare Lahan Pertanian, 8 Jalan Tani Longsor

Lahan pertanian warga Desa Lae Ambat rusak dan tanamannya habis tersapu banjir. (Foto: Camat SPP/MISTAR)
Dairi, MISTAR.ID (25/10/2026) – Banjir kembali melanda Kecamatan Silima Pungga-pungga (SPP), Kabupaten Dairi, tepatnya di Desa Lae Ambat. Bencana tersebut mengakibatkan lahan pertanian warga rusak dan tanaman tersapu banjir.
Selain merusak lahan pertanian, banjir juga menyebabkan longsor di delapan titik Jalan Usaha Tani (JUT) serta menghanyutkan satu unit jembatan berkonstruksi kayu.
Informasi mengenai bencana banjir tersebut disampaikan Camat Silima Pungga-pungga, Edwin G Nababan, saat dikonfirmasi MISTAR melalui WhatsApp, Minggu (25/10/2026).
Edwin mengatakan, dirinya menerima laporan dari Kepala Desa Lae Ambat, Dortan Butarbutar, bahwa banjir terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (23/10/2026), tepatnya di Dusun V Sukumblin.
Setelah melakukan pengecekan pada Sabtu (24/10/2026), diketahui bahwa banjir mengakibatkan kerusakan lahan pertanian yang ditanami jagung dan komoditas lainnya. Sekitar lima hektare lahan pertanian dilaporkan rusak akibat tersapu banjir.
Selain itu, delapan titik Jalan Usaha Tani mengalami kerusakan dan satu unit jembatan kayu hanyut terbawa arus.
“Saat ini masih melakukan pendataan yang terdampak banjir,” kata Edwin.
Menurut Edwin, banjir dipicu tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Sebelumnya, bencana serupa juga terjadi di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Banjir di Desa Bongkaras saat itu merusak sekitar tiga hektare lahan tanaman jagung dan padi, kolam ikan, serta sejumlah pondok warga.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Camat Edwin telah melaporkan bencana banjir di Desa Lae Ambat kepada pimpinan daerah Kabupaten Dairi.
“Berdasarkan itu, kita berharap kepada tim BPBD supaya segera turun ke lapangan guna mengecek potensi terjadinya banjir susulan,” kata Edwin.
Sementara itu, Erwin Sitorus, Staf Ahli Bupati Dairi yang merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Dairi, belum memberikan tanggapan terkait penanganan banjir tersebut saat dikonfirmasi MISTAR, Minggu (25/10/2026).








































