Anthropic Digugat Pemilik Hak Musik Elvis Presley

EPiC: Elvis Presley in Concert. (foto: EPiC: Elvis Presley in Concert via The Hollywood Reporter)
Los Angeles, MISTAR.ID - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic digugat oleh sejumlah pemilik hak musik Elvis Presley atas dugaan penggunaan ratusan lagu sang legenda rock and roll untuk melatih model AI tanpa izin.
Dilansir dari The Hollywood Reporter, gugatan tersebut diajukan pada Jumat dan menuduh Anthropic melanggar hak cipta atas 274 lagu Elvis Presley. Sejumlah lagu yang disebut dalam gugatan itu antara lain Can’t Help Falling in Love, A Little Less Conversation, dan Don’t Be Cruel.
Gugatan ini diajukan oleh Authentic Brands Group, perusahaan yang memiliki hak atas nama dan citra Presley, bersama sejumlah entitas lain yang juga memegang hak atas karya-karya penyanyi berjuluk The King of Rock and Roll tersebut.
Pengacara utama para penggugat, Richard Busch, menyatakan pihaknya mengajukan gugatan untuk menegakkan hak eksklusif atas karya-karya musik tersebut. Ia menilai model bisnis Anthropic bergantung pada pelanggaran hak cipta dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Para penggugat sangat melindungi lagu-lagu ikonis ini,” demikian pernyataan yang dikutip dalam pemberitaan Billboard.
Dalam dokumen gugatan, para penggugat juga menuduh chatbot Claude milik Anthropic menghasilkan materi yang melanggar hak cipta dari berbagai katalog musik yang tersedia di internet, termasuk lagu-lagu Presley.
Mereka turut mempersoalkan efektivitas langkah pengamanan atau guardrails yang diterapkan Anthropic setelah menghadapi gugatan sebelumnya. Menurut dokumen tersebut, Claude masih dapat menghasilkan materi yang dinilai terlalu mirip dengan lagu asli, meskipun diminta membuat versi yang disesuaikan untuk pendengar modern.
Gugatan itu mengutip respons Claude yang disebut mengakui bahwa sejumlah hasil generasinya memiliki struktur, bagian lagu, serta pengulangan elemen musik yang sangat dekat dengan karya aslinya, meskipun liriknya mengalami perubahan.
Para penggugat menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembatasan yang diterapkan perusahaan belum sepenuhnya mencegah keluaran AI yang diduga melanggar hak cipta.
Bukan Gugatan Pertama terhadap Anthropic
Kasus ini menambah daftar sengketa hak cipta yang melibatkan Anthropic dan perusahaan AI lainnya. Pada Agustus lalu, Round Hill menggugat Suno dan Anthropic atas dugaan pelanggaran hak cipta secara massal. Perusahaan penerbit musik tersebut menuduh kedua perusahaan menggunakan ratusan lagu miliknya untuk melatih model AI tanpa izin.
Anthropic sebelumnya juga menghadapi gugatan serupa dari sejumlah perusahaan penerbit musik, termasuk Universal Music Publishing, Abkco, Concord, dan BMG. Perselisihan tersebut berkaitan dengan dugaan penggunaan lirik berhak cipta untuk melatih Claude.
Dalam gugatan terbaru terkait katalog Presley, para penggugat dilaporkan menuntut ganti rugi hingga 150.000 dolar AS untuk setiap lagu yang terbukti dilanggar. Jika diterapkan pada seluruh 274 lagu yang disebutkan, nilai maksimal tuntutan tersebut dapat mencapai 41,1 juta dolar AS.
Namun, nilai tersebut merupakan perhitungan berdasarkan jumlah lagu dan batas ganti rugi yang dilaporkan, bukan putusan pengadilan atau jumlah ganti rugi yang telah ditetapkan. (*)













































