Sunday, October 25, 2026
home_banner_first
MEDAN

Fauzi Ajak Warga Medan Denai Jaga Kerukunan, Perbedaan Jadi Modal Persatuan

Mistar.idMinggu, 25 Oktober 2026 pukul 18.47 WIB
fauzi_ajak_warga_medan_denai_jaga_kerukunan_perbedaan_jadi_modal_persatuan

Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi SH, saat menggelar kegiatan Wasbang di Jalan Pancasila, Kecamatan Medan Denai, Minggu (25/10/2026). (foto: Iqbal/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi SH, mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan di lingkungan tempat tinggal dan menjadikan perbedaan sebagai modal memperkuat persatuan.

Pesan itu disampaikan Fauzi saat kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Pancasila, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai, Minggu (25/10/2026).

Fauzi mengatakan, nilai-nilai Pancasila mengajarkan masyarakat untuk hidup rukun dan menjaga persatuan di tengah perbedaan. Karena itu, perselisihan yang terjadi dalam kehidupan bertetangga tidak seharusnya berkembang menjadi konflik yang memecah belah warga.

“Pancasila itu mengajarkan kita tentang persatuan. Jadi kalau selama ini ada sedikit perselisihan dengan jiran tetangga, itu hal yang biasa, tapi jangan sampai memecah belah kita. Pancasila tidak pernah mengajarkan itu,” ujar Fauzi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Medan itu menegaskan, setiap warga memiliki hak yang sama tanpa memandang golongan. Menurutnya, pemahaman tersebut perlu ditanamkan agar masyarakat dapat menerima perbedaan dan tetap hidup berdampingan secara harmonis.

“Tidak ada golongan tertentu, semua warga punya hak yang sama. Ini harus kita tanamkan dalam jiwa sehingga perbedaan itu bisa kita terima dan tetap hidup berdampingan,” tegasnya.

Fauzi juga mengajak masyarakat untuk saling membantu menjaga lingkungan dan bersama-sama menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia turut menyinggung dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatera Utara (Sumut). Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar mengajar yang sempat dilaksanakan dari jarak jauh.

“Saat ini Sumatera Utara (Sumut) juga terdampak asap karhutla. Ini menjadi musibah bagi kita, aktivitas terganggu dan proses belajar mengajar sempat jarak jauh. Semoga musibah ini bisa cepat berlalu dan aktivitas normal bisa kembali,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Universitas Alwashliyah (UNIVA), Zuhri Arif Sihombing SH MH, menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan kebaikan dan menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengatakan, Pancasila dirumuskan sebagai dasar negara yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan bersama.

“Sebelum Indonesia merdeka dirumuskan satu rancangan, itulah Pancasila. Dan Pancasila itu menjadi dasar cara pandang bernegara, makanya sangat penting,” jelas Zuhri.

Menurutnya, meskipun masyarakat Indonesia umumnya mengetahui lima sila Pancasila, pemahaman terhadap makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masih perlu terus diperkuat.

Zuhri mencontohkan, perselisihan dengan tetangga yang tidak diselesaikan dengan baik dapat bertentangan dengan semangat persatuan yang terkandung dalam Pancasila.

“Ketika Bapak Ibu ribut dengan tetangga, itu sudah melenceng dari Pancasila. Mulai sekarang pahami semua yang terkandung dalam Pancasila, pasti hidup lebih tenang. Jangan jadikan perbedaan membuat kita ribut, justru harus jadi penguat untuk bersatu,” pesannya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN