RI-China Bahas Antisipasi Kejahatan Siber dan Ekstremisme

Teks Foto: Ilustrasi, Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menlu Indonesia Sugiono di sela-sela pertemuan tingkat tinggi Dewan Keamanan PBB di New York, pada 26 Mei 2026.(Foto:Antara/Xinhua)
Beijing, MISTAR.ID (19/8/2026) – Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan berkunjung ke Indonesia pada 21-22 Agustus 2026. Ia dijadwalkan menghadiri dua pertemuan strategis, yakni Dialog Strategis Komprehensif dan Pertemuan Tingkat Menteri 2+2 bersama Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan, selama di Indonesia Wang Yi akan memimpin Konferensi Pertama Mekanisme Dialog Strategis Komprehensif China-Indonesia.
Ia juga akan bersama Menteri Pertahanan China Dong Jun menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Kedua Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan China-Indonesia, atau 2+2, dengan Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
"Pertemuan 2+2 akan berfokus pada penguatan kerja sama bidang politik, pertahanan, dan keamanan, baik pada tataran bilateral, regional, maupun global," kata Lin Jian dalam keterangan di laman Kemlu China, Rabu (19/8/2026).
Fokus Bahas Kejahatan Siber dan Ekstremisme
Salah satu agenda utama dalam pertemuan 2+2 adalah penguatan kerja sama penegakan hukum.
Indonesia dan China sepakat meningkatkan kerja sama dalam bantuan hukum timbal balik, pertukaran intelijen, serta koordinasi operasi untuk menanggulangi kejahatan transnasional, kejahatan siber, dan ekstremisme.
Kedua negara juga akan membahas pembentukan mekanisme konsultasi baru di bidang perlucutan senjata, non-proliferasi, dan pengendalian senjata sebagai upaya membangun saling percaya strategis.
Di sektor maritim, kerja sama antara Bakamla RI dan China Coast Guard juga akan diperkuat. Dialog Strategis Komprehensif atau CSD merupakan mekanisme bilateral baru tingkat menteri luar negeri.
Mekanisme ini dibentuk saat kunjungan Menlu RI ke Beijing pada April 2025. CSD bertujuan mengevaluasi capaian kerja sama dan menetapkan prioritas strategis ke depan.
Pada pertemuan 2+2 perdana di Beijing, 21 April 2025, kedua negara sepakat memperluas dialog kerja sama keamanan dengan lima pilar. Yakni, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, politik, dan keamanan.
Saat itu juga ditandatangani Nota Kesepahaman pembentukan CSD oleh Menlu Sugiono dan Menlu Wang Yi.
Kunjungan Wang Yi ke Jakarta dinilai mencerminkan penguatan kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan China.(Antara/hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Penasihat Presiden Bolivia Ditangkap di Bandara, Diduga Otak Penembakan Mantan Kekasih
























