Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

UEA Hentikan Perdagangan dan Transaksi Keuangan dengan Iran

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 20.22 WIB
uea_hentikan_perdagangan_dan_transaksi_keuangan_dengan_iran

Ilustrasi Peta dan Bendera UEA. (Foto: Unsplash.com/MarkRubens)

news_banner

Abu Dhabi, MISTAR.ID – Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan seluruh aktivitas perdagangan, pertukaran komersial, serta transaksi keuangan dengan Iran hingga waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan tersebut diberlakukan ketika ketegangan di kawasan semakin meningkat dan dinilai berpotensi mengganggu perdamaian serta keamanan regional dan internasional.

"Mengingat eskalasi regional, seluruh perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran telah dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Direktur Departemen Komunikasi Strategis Kementerian Luar Negeri UEA, Afra Al Hameli, Rabu (19/8/2026), dilansir dari Khaleej Times.

Ia sekaligus membantah berbagai klaim mengenai status hubungan ekonomi antara UEA dan Iran. Meski hubungan ekonomi dihentikan, Al Hameli menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berarti UEA menutup jalur diplomasi.

Menurutnya, UEA masih memandang dialog, kerja sama, dan integrasi regional sebagai bagian penting dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran di kawasan.

Keputusan itu diumumkan tidak lama setelah Kementerian Pertahanan UEA mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran pada Selasa (18/8/2026). Berdasarkan penilaian militer UEA, kedua rudal tersebut diduga mengarah ke lalu lintas maritim sebelum akhirnya jatuh ke laut.

Insiden tersebut menjadi kejadian pertama yang dilaporkan sejak serangan di Pelabuhan Fujairah pada 4 Mei lalu. Menyusul adanya ancaman tersebut, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan pasukannya berada dalam kondisi siap siaga.

"Kementerian Pertahanan menegaskan kesiapan penuhnya untuk menangani ancaman apa pun dan menindak tegas apa pun yang bertujuan menggoyahkan keamanan negara," demikian pernyataan kementerian.

Sementara itu, Iran membantah tuduhan yang disampaikan UEA. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menolak pernyataan tersebut dan menyebut tuduhan yang diarahkan kepada Iran tidak memiliki dasar.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN