Friday, September 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Ribuan Warga Slovenia Demo Tolak Pembukaan Kedutaan Israel

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 10.21 WIB
ribuan_warga_slovenia_demo_tolak_pembukaan_kedutaan_israel

Warga berunjuk rasa menentang pembukaan Kedutaan Besar Israel di Ljubljana, Slovenia, Rabu (9/9/2026). (foto: Reuters/Borut Zivulovic)

news_banner

Ljubljana, MISTAR.ID - Ribuan warga turun ke jalan di Ljubljana, Slovenia, menentang pembukaan kedutaan Israel pertama di negara tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, Jumat (11/9/2026), demonstrasi digelar Rabu (9/9/2026), bersamaan dengan perubahan besar kebijakan diplomatik Slovenia terhadap Israel di bawah pemerintahan Perdana Menteri Janez Jansa.

Ribuan demonstran berbaris melewati hotel tempat peresmian kedutaan berlangsung. Mereka membawa berbagai poster yang menyuarakan dukungan terhadap perdamaian dan Palestina serta mengecam perang Israel di Gaza.

Kebijakan Jansa berbanding terbalik dengan pemerintahan pendahulunya, Robert Golob. Di bawah Golob, Slovenia mengakui negara Palestina dan memberlakukan embargo senjata terhadap Israel.

Pemerintah saat itu juga melarang impor dari permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki serta melarang masuk sejumlah pejabat tinggi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Jansa mulai menjabat pada Juli 2026. Setelah berkuasa, ia segera menurunkan bendera Palestina dari gedung pemerintah Slovenia dan kemudian mencabut langkah-langkah yang sebelumnya diberlakukan terhadap Israel.

Perubahan kebijakan tersebut berlangsung di tengah rendahnya dukungan publik terhadap hubungan yang lebih dekat dengan Israel. Survei surat kabar Delo pada Juni menunjukkan 56 persen warga Slovenia menolak hubungan lebih dekat dengan Israel, sedangkan 14 persen mendukung.

Gejolak juga merembet ke parlemen. Freedom Movement yang dipimpin mantan Perdana Menteri Robert Golob bersama Partai Kiri mengajukan proposal untuk memakzulkan Jansa.

Kedua partai menuding kebijakan luar negeri pemerintah melayani kepentingan Israel. Mereka juga berupaya mencopot Menteri Luar Negeri Slovenia Tone Kajzer.

Dalam peresmian kedutaan, Kajzer mengatakan pembukaan tersebut diharapkan menjadi awal periode dengan dialog yang lebih luas, kerja sama lebih kuat, dan hasil lebih nyata bagi masyarakat kedua negara.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar yang datang ke Slovenia untuk menghadiri acara itu menyebut pembukaan kedutaan sebagai hari bersejarah dan bentuk komitmen Israel terhadap hubungan persahabatan kedua negara.

Pembukaan kedutaan berlangsung sehari setelah Inggris melarang perdagangan dengan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. Prancis dan Kanada juga mengumumkan akan mengambil langkah serupa. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN