Friday, September 11, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Maroko dan Spanyol Berebut Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 11.01 WIB
maroko_dan_spanyol_berebut_tuan_rumah_final_piala_dunia_2030

Presiden CAF Patrice Motsepe dan Presiden FIFA Gianni Infantino pertandingan babak 16 besar Piala Afrika antara Afrika Selatan dan Kamerun di Rabat, Maroko, Minggu (4/1/2026). (foto: AP/Themba Hadebe)

news_banner

Casablanca, MISTAR.ID - Persaingan Maroko dan Spanyol untuk menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030 mulai memanas. Kedua negara sama-sama mengklaim layak menggelar laga puncak turnamen yang akan diselenggarakan bersama Maroko, Spanyol, dan Portugal tersebut.

FIFA hingga kini belum mengumumkan negara maupun stadion yang akan menjadi lokasi final Piala Dunia 2030.

Dilansir Associated Press, Jumat (11/9/2026), Presiden Federasi Sepak Bola Maroko, Fouzi Lakjaa, bahkan secara terbuka menyebut final akan digelar di Benslimane, kawasan di pinggiran Casablanca.

“Benslimane akan menjadi kota tuan rumah final Piala Dunia. Suka atau tidak suka,” kata Lakjaa dalam sebuah pertemuan politik, Kamis.

Ia menegaskan Stadion Hassan II yang tengah dibangun di Benslimane akan menjadi lokasi pertandingan tersebut.

“Benslimane kotanya, Stadion Hassan II stadionnya, dan saya berharap Maroko juga bermain di final,” ujarnya.

Stadion King Hassan II dirancang memiliki kapasitas sekitar 115.000 penonton. Jika selesai sesuai rencana, stadion itu akan menjadi salah satu arena sepak bola terbesar di dunia.

Namun, Spanyol juga menuntut hak menjadi tuan rumah laga final. Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol Rafael Louzán mengatakan negaranya memiliki alasan kuat untuk mendapatkan pertandingan tersebut.

“Spanyol, sebagai juara dunia sepak bola putra dan putri, harus menjadi tuan rumah final,” kata Louzán.

Spanyol memiliki sejumlah stadion besar sebagai kandidat, termasuk kandang Real Madrid, Santiago Bernabéu, serta stadion Barcelona.

Sejumlah pejabat sepak bola Eropa juga berpandangan final seharusnya digelar di Eropa. Mereka menilai Piala Dunia 2030 tetap memiliki karakter kuat sebagai turnamen Eropa meskipun Maroko menjadi salah satu tuan rumah dan sejumlah laga pembuka dijadwalkan berlangsung di Amerika Selatan.

Menanggapi persaingan tersebut, FIFA menyatakan keputusan mengenai lokasi final akan diumumkan pada waktunya.

Perebutan tuan rumah final terjadi ketika Presiden FIFA Gianni Infantino tengah menghadapi tekanan dari sejumlah federasi sepak bola Eropa setelah rencananya menjual kepemilikan saham dalam Piala Dunia mendapat penolakan.

Sebaliknya, enam federasi sepak bola negara Arab, termasuk Maroko, menyatakan dukungan terhadap Infantino.

Infantino juga tercatat dua kali mengunjungi Maroko dalam beberapa bulan terakhir. Ia bertemu Raja Mohammed VI pada Juli, kemudian kembali ke negara tersebut untuk menghadiri pertemuan FIFA pada Agustus.

Di luar sepak bola, hubungan Spanyol dan Maroko juga tengah dibayangi ketegangan diplomatik setelah puluhan ribu migran berusaha menyeberang dari Maroko menuju wilayah Spanyol di Ceuta pada akhir Juli.

Perdana Menteri Spanyol menyebut sekitar 140 orang tewas dalam insiden tersebut.

Pemerintah Spanyol sejauh ini menyatakan Maroko bertindak dengan itikad baik dalam menangani krisis perbatasan. Namun, penyelidikan kepolisian Spanyol belum sepenuhnya menutup kemungkinan adanya keterlibatan aparat keamanan Maroko, meskipun dinilai kecil kemungkinan pemerintah Maroko sengaja mengatur gelombang penyeberangan tersebut.

Piala Dunia 2030 akan menjadi turnamen lintas benua. Maroko, Spanyol, dan Portugal menjadi tuan rumah utama, sementara sejumlah pertandingan juga dijadwalkan berlangsung di Amerika Selatan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN