Friday, September 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Houthi Rebut Mokha, Makin Dekat ke Jalur Vital Bab al-Mandab

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 09.16 WIB
houthi_rebut_mokha_makin_dekat_ke_jalur_vital_bab_almandab

Klip video dari Al Masirah TV memperlihatkan gambar pejuang Houthi di Mocha. (foto: Al Masirah/Handout via Reuters)

news_banner

Yaman, MISTAR.ID - Kelompok Houthi yang didukung Iran merebut kota pelabuhan strategis Mokha di Yaman, memperkuat posisi mereka di dekat Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur perdagangan dan pengiriman minyak terpenting dunia.

Dilansir BBC, Kamis (10/9/2026), penguasaan Mokha dikonfirmasi Ahmed Baash, komandan National Resistance Forces yang bersekutu dengan pemerintah Yaman, serta Hazam al-Assad dari biro politik Houthi.

Mokha berada sekitar 80 kilometer dari Bab al-Mandab, selat yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden. Sekitar 12 persen perdagangan barang dunia biasanya melewati jalur tersebut.

Jatuhnya Mokha menjadi kemajuan teritorial terbesar Houthi sejak gencatan senjata 2022 yang meredakan perang saudara Yaman. Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran konflik berskala besar kembali pecah.

Warga mengatakan pasukan Houthi terlihat di berbagai bagian Mokha pada Kamis. Pasar dan sejumlah ruas jalan ditutup, sementara sebagian penduduk mengungsi ke selatan menuju Aden yang dikuasai pasukan pendukung pemerintah. Tiga dokter juga mengatakan kepada AP mereka meninggalkan sebuah rumah sakit setelah fasilitas itu direbut Houthi.

Utusan khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, memperingatkan eskalasi tersebut dapat mengakhiri masa relatif tenang yang berlangsung sejak gencatan senjata empat tahun lalu.

“Perang baru ini harusnya menjadi peringatan bagi kita semua," kata Grundberg dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Ia menyebut Yaman kini memasuki “fase baru dan lebih berbahaya" yang dampaknya berpotensi meluas ke luar negara tersebut.

Penguasaan Mokha juga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Laut Merah. Lalu lintas kapal melalui Bab al-Mandab telah turun sekitar 60 persen sejak Houthi mulai menyerang kapal-kapal di kawasan tersebut pada akhir 2023.

Posisi selat itu semakin penting bagi pasokan energi global setelah pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu akibat perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Arab Saudi sebelumnya mengalihkan sebagian pengiriman minyak melalui jaringan pipa menuju Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Baraa Shiban dari Royal United Services Institute mengatakan penguasaan kawasan pegunungan di sekitar Taiz memberi Houthi posisi strategis untuk mengawasi pesisir barat Yaman. Menurutnya, kelompok itu juga berpotensi meningkatkan ancaman terhadap kapal dengan menempatkan ranjau di Laut Merah.

Arab Saudi menegaskan akan merespons ancaman tersebut. Duta Besar Saudi untuk PBB Abdulaziz Alwasil mengatakan kerajaan akan “mengambil apapun yang dibutuhkan untuk menghentikan serangan Houthi.”

Eskalasi terjadi setelah Houthi meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap Arab Saudi. Serangan pada Selasa melukai 73 orang serta memicu kebakaran di fasilitas minyak dan utilitas di wilayah selatan kerajaan.

Konflik Houthi dan pemerintah Yaman telah berlangsung sejak 2014. Arab Saudi kemudian melakukan intervensi militer pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman, sementara Houthi mempertahankan kekuasaan atas sebagian besar wilayah utara dan tengah negara itu. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN