Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Mengejutkan! Mantan PM & Jenderal Israel Justru Dukung Inggris Bela Palestina

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 17.56 WIB
mengejutkan_mantan_pm_jenderal_israel_justru_dukung_inggris_bela_palestina_

Mantan Perdana Menteri Ehud Olmert bela Inggris dukung Palestina larang impor produk Israel dari Tepi Barat. (Foto: AFP/Bryan R. Smith via CNN)

news_banner

Tel Aviv, MISTAR.ID (10/9/2026) – Keputusan Inggris menjatuhkan sanksi pada pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat ternyata mendapat dukungan dari dalam negeri Israel sendiri. Sejumlah tokoh terkemuka Israel justru memuji langkah Pemerintah Inggris.

Mereka di antaranya mantan Perdana Menteri Ehud Olmert, mantan Kepala Staf Militer Dan Halutz, Ketua Akademi Sains dan Humaniora Israel David Harel, serta dua mantan menteri Yuli Tamir dan Roni Bar-On.

Pada Selasa, 8 September 2026, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband mengumumkan paket sanksi baru.Isinya: larangan impor produk dari pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Sanksi juga dijatuhkan kepada perusahaan dan individu yang terlibat memperluas pemukiman. Inggris juga menolak penerbitan izin ekspor baru untuk komoditas yang mendukung pendudukan, dan mempertahankan penangguhan 30 izin yang sudah ada.

Lebih jauh, Inggris menjatuhkan sanksi tambahan pada warga Israel ekstremis yang dituduh mendukung atau menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Miliband bahkan menyebut telah terjadi "pembersihan etnis terhadap warga Palestina" di Tepi Barat oleh "teroris pemukim ilegal" Israel.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip The Guardian, para tokoh Israel itu menyebut sanksi Inggris sebagai konsekuensi wajar dari kegagalan pemerintah dan aparat keamanan Israel sendiri.

"Sanksi ini dijatuhkan terhadap teroris Yahudi, bukan terhadap legitimasi negara Israel. Tidak ada dasar bagi pemerintah yang menyatakan bahwa keputusan menjatuhkan sanksi terhadap teroris Yahudi merupakan bentuk antisemitisme," tulis mereka.

Dukungan juga datang dari mantan anggota DPR Israel, Avraham Burg. "Seperti banyak warga Israel dan Palestina lainnya, saya bersyukur atas kepemimpinan moral yang berani dari Miliband. Ini adalah awal yang baik. Jangan berhenti," ujarnya.

David Harel juga menegaskan ia menolak boikot menyeluruh terhadap Israel. Namun ia menilai sanksi yang menargetkan pelanggaran di Tepi Barat adalah langkah yang sah dan mendesak.

"Menghentikan pendudukan bukan hanya demi warga Palestina. Kita juga sedang berbuat baik untuk kepentingan masa depan Israel sendiri," katanya.

Langkah Inggris ini sejalan dengan Kanada dan 10 negara Eropa lain yang membatasi perdagangan dengan pemukim ilegal Israel. Mereka juga mendorong dunia internasional mengambil tindakan nyata untuk menghentikan perluasan pemukiman.(CNN/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN