Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Megatsunami Hantam Greenland: Gelombang Raksasa 200 Meter yang Mengguncang Bumi

Mistar.idJumat, 30 Januari 2026 pukul 15.10 WIB
megatsunami_hantam_greenland_gelombang_raksasa_200_meter_yang_mengguncang_bumi

Ilustrasi, Megatsunami Hantam Greenland: Gelombang Raksasa 200 Meter yang Mengguncang Bumi. (foto:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Fenomena alam ekstrem kembali membuka mata dunia. Sebuah megatsunami raksasa menghantam Greenland, memicu gelombang setinggi ratusan meter dan bahkan menimbulkan getaran bumi yang terdeteksi secara global selama berhari-hari. Meski terjadi di wilayah terpencil, peristiwa ini menjadi salah satu kejadian alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir.

Lantas, apa itu megatsunami, bagaimana peristiwa ini bisa terjadi, dan seberapa dahsyat dampaknya dibandingkan megatsunami terbesar sepanjang sejarah?

Apa Itu Megatsunami dan Mengapa Bisa Terjadi?

Megatsunami adalah gelombang laut raksasa dengan ketinggian ekstrem, jauh melampaui tsunami biasa. Jika tsunami umumnya dipicu oleh gempa bumi bawah laut, megatsunami justru terjadi akibat perpindahan massa air secara tiba-tiba dalam jumlah sangat besar.

Pemicu megatsunami antara lain:

- Longsoran batu atau gunung ke dalam laut atau fjord

- Runtuhan gletser berskala besar

- Letusan gunung api di dekat perairan

- Tumbukan meteorit ke laut.

Ketika jutaan hingga puluhan juta meter kubik material jatuh ke perairan dalam waktu singkat, air terdorong naik secara ekstrem dan membentuk gelombang raksasa yang bisa mencapai ratusan meter di dekat sumbernya.

Kronologi Megatsunami Greenland: Peristiwa Sunyi yang Mengguncang Dunia

Pada September 2023, sebuah longsoran besar terjadi di Dickson Fjord, Greenland Timur. Sekitar 25 juta meter kubik batu dan es gletser runtuh dari lereng gunung curam dan langsung menghantam perairan fjord yang sempit.

Benturan dahsyat ini menciptakan megatsunami dengan kekuatan luar biasa. Menariknya, karena lokasinya sangat terpencil dan tidak berpenduduk, peristiwa ini tidak langsung disadari manusia.

Para ilmuwan justru menemukannya melalui:

- Data satelit

- Rekaman seismik global

- Pola getaran aneh yang bertahan selama beberapa hari

Peristiwa ini kemudian diidentifikasi sebagai salah satu megatsunami paling unik yang pernah tercatat secara ilmiah.

Berapa Tinggi Megatsunami yang Menghantam Greenland?

Hasil analisis menunjukkan fakta yang mencengangkan:

- Tinggi gelombang awal diperkirakan melebihi 200 meter di dekat titik longsoran

- Di beberapa bagian fjord, bekas jejak air menunjukkan ketinggian puluhan meter

Sebagai perbandingan, tsunami besar seperti Aceh 2004 “hanya” memiliki tinggi sekitar 30 meter di daratan. Ini menunjukkan betapa ekstremnya skala megatsunami Greenland.

Getaran Bumi Selama 9 Hari: Fenomena Langka di Balik Megatsunami

Salah satu hal paling menarik dari peristiwa ini adalah munculnya fenomena seiche, yakni gelombang air yang memantul bolak-balik di dalam fjord sempit.

Akibatnya:

- Terjadi getaran berfrekuensi rendah

- Getaran ini terdeteksi oleh seismometer di seluruh dunia

- Bertahan selama sekitar 9 hari berturut-turut

Fenomena ini sangat jarang dan membuktikan bahwa megatsunami tidak hanya berdampak di permukaan laut, tetapi juga bisa memengaruhi sistem geofisika bumi secara luas.

Di Mana Megatsunami Terparah yang Pernah Terjadi di Bumi?

Meski megatsunami Greenland tergolong ekstrem, rekor megatsunami terbesar sepanjang sejarah masih dipegang oleh peristiwa lain.

Megatsunami Lituya Bay, Alaska (1958)

- Dipicu gempa bumi dan longsoran besar

- Menghasilkan gelombang setinggi 524 meter

- Menyapu lereng bukit dan meratakan hutan di sekitarnya

Hingga kini, Lituya Bay masih menjadi megatsunami tertinggi yang pernah tercatat secara resmi di muka bumi.

Apa Artinya bagi Masa Depan?

Megatsunami Greenland menjadi peringatan serius bagi dunia. Pemanasan global dan pencairan gletser berpotensi meningkatkan risiko longsoran besar di wilayah kutub dan pegunungan.

Meski kejadian seperti ini jarang dan sering terjadi di lokasi terpencil, dampaknya sangat nyata dan bisa menjadi ancaman besar jika terjadi dekat kawasan berpenduduk.

Alam kembali menunjukkan bahwa masih banyak kekuatan dahsyat yang belum sepenuhnya bisa kita kendalikan.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN