Jagoannya Keok di Brasil, Trump Kembali Tebar Narasi Pemilu Dicurangi

Ilustrasi: Konfrontatif Trump vs Lula da Silva yang melontarkan tuduhan kecurangan Pemilu Brasil. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Washington, MISTAR.ID (27/10/2026) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan tuduhan kecurangan pemilu di luar negeri, setelah jagoannya kalah dalam pemilihan presiden Brasil.
Dalam pernyataannya kepada media, Senin (26/10/2026) waktu setempat, Trump menyebut hasil pemungutan suara di Brasil terlihat janggal dan menyerupai pemilu yang dicurangi.
"Saya tidak memihak. Tetapi pemilu harus tidak dapat disangkal, dan menurut saya hasilnya sangat buruk," kata Trump seperti dikutip Euronews. Ia bahkan menyebut hasil di Brasil tampak mengerikan dan seperti pemilu curang lainnya.
Kandidat yang didukung Trump, Flávio Bolsonaro, kalah dari presiden petahana Luiz Inácio Lula da Silva pada pemilihan presiden yang digelar Minggu (25/10/2026). Flávio meraih sekitar 48 persen suara, sedangkan Lula unggul dengan lebih dari 51 persen suara.
Flávio yang merupakan putra mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro itu sempat menolak mengakui kemenangan Lula. Ia meminta hasil pemilu dibatalkan dan menyatakan akan mengorganisasi oposisi.
Trump terang-terangan mendukung Flávio karena kedekatannya dengan sang ayah, Jair Bolsonaro, yang selama ini menjadi sekutunya. Trump menyebut Flávio sebagai pemuda cerdas yang mencintai negaranya.
Meski melontarkan tuduhan curang, Trump di sisi lain mengaku menyambut baik kemenangan Lula. (hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Trump Panik Jelang Pemilu Sela, Umbar Hadiah Rp1,8 Miliar untuk Pelapor Kecurangan Pemilu










































