Comeback Dramatis! Lula da Silva Menang Tipis, Ukir Sejarah Presiden 4 Periode Brasil di Usia 80 Tahun

Lula da Silva di usianya yang ke 80 tahun terpilih kembali jadi Presiden Brasil untuk yang keempat kalinya. (Foto: Reuters/Mariana Greif)
Brasilia, MISTAR.ID (26/10/2026) – Presiden petahana Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kembali memenangkan pemilihan presiden putaran kedua yang digelar Minggu (25/10/2026) waktu setempat.
Mengutip CNN Indonesia, Senin (26/10/3036), politikus sayap kiri berusia 80 tahun itu menang tipis dengan raihan 51,7 persen suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang memperoleh 48,2 persen suara.
Kemenangan dramatis ini mencetak sejarah. Lula menjadi presiden pertama dalam sejarah Brasil yang terpilih untuk empat periode.
Lula sebelumnya telah memimpin Brasil selama tiga periode, yakni Januari 2003-Desember 2006, Januari 2007-Desember 2010, dan Januari 2023 hingga sekarang.
Kemenangannya kali ini diraih di tengah kampanye yang didominasi isu biaya hidup, kejahatan, dan korupsi, serta pergeseran politik ke kanan di Brasil dan Amerika Latin.
Hasil ini juga menandai pertama kalinya seorang kandidat berhasil merebut kursi kepresidenan setelah sempat berada di posisi kedua pada putaran pertama. Sejumlah lembaga survei menilai tingkat partisipasi pemilih yang lebih tinggi menjadi kunci kemenangan Lula.
Selama kampanye, Lula mengandalkan rekam jejak penurunan kemiskinan dan kesenjangan. Pada masa jabatan ketiganya, tingkat pengangguran, angka buta huruf, dan deforestasi tercatat mencapai titik terendah.
Namun, pemerintahannya diprediksi menghadapi tantangan berat. Pertumbuhan ekonomi Brasil diperkirakan hanya 2,3 persen pada tahun depan, ditambah beban fiskal akibat suku bunga tinggi dan utang publik yang telah menembus 82 persen terhadap PDB, tertinggi sejak pandemi.
Terpilihnya kembali Lula juga kembali menyoroti isu korupsi yang membayangi pemerintahannya serta tekanan kenaikan harga.
Di kancah internasional, kemenangan Lula menjaga Brasil, negara terbesar di Amerika Latin, tetap pada jalur kebijakan luar negeri yang independen. Lula dikenal menekankan kedaulatan Brasil serta kedekatan dengan negara-negara Global South dan China, di tengah ketegangan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sebagai salah satu pemimpin tertua di dunia, Lula akan berusia 85 tahun pada akhir masa jabatan barunya pada 2030. Total, ia akan berkuasa selama 16 tahun sejak pertama kali menjadi presiden pada 2003.(hm02)













































