Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Khawatir Brasil Jadi “Koloni AS”, Ribuan Mahasiswa Rio Tolak Flavio Bolsonaro

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 09.54 WIB
khawatir_brasil_jadi_koloni_as_ribuan_mahasiswa_rio_tolak_flavio_bolsonaro

Para mahasiswa membawa poster bertuliskan “Brasil bukan halaman belakang Amerika Serikat” saat mereka berjalan dalam aksi untuk membela pendidikan publik dan mendukung Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat, menjelang pemilihan presiden putaran kedua di Rio de Janeiro, Rabu (7/10/2026). (foto: Silvia Izquierdo/AP)

news_banner

Rio de Janeiro, MISTAR - Ribuan mahasiswa turun ke jalan di pusat Kota Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (7/10/2026) waktu setempat, untuk memprotes kemungkinan kemenangan kandidat sayap kanan Flávio Bolsonaro dalam pemilihan presiden putaran kedua.

Para demonstran yang sebagian besar mengenakan pakaian berwarna merah bergerak di antara dua alun-alun bersejarah di pusat kota. Mereka membawa berbagai poster dan meneriakkan pesan tentang demokrasi serta kedaulatan Brasil.

Aksi tersebut digelar setelah Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, memperoleh suara lebih banyak dibandingkan Presiden petahana Luiz Inacio Lula da Silva pada putaran pertama pemilihan presiden, Minggu (4/10/2026).

Flavio Bolsonaro dan Lula sama-sama gagal memperoleh lebih dari 50 persen suara sehingga harus kembali berhadapan dalam putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2026.

“Kami berjuang untuk Brasil, bukan untuk Lula,” kata Talita Amaral, 19 tahun, mahasiswa ilmu lingkungan yang mengikuti demonstrasi tersebut.

Amaral mengenakan jersey sepak bola Brasil berwarna kuning dan hijau. Warna tersebut selama ini kerap diasosiasikan dengan pendukung Bolsonaro. Menurutnya, penggunaan warna nasional dalam aksi tersebut merupakan upaya untuk menunjukkan bahwa simbol Brasil bukan milik kelompok politik tertentu.

“Kami tidak punya waktu untuk bersedih. Kami harus melakukan ini, memenuhi jalan-jalan, mengirim pesan melalui grup WhatsApp dan mencoba meyakinkan orang-orang,” ujarnya.

Para mahasiswa melakukan aksi untuk membela pendidikan publik dan mendukung Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, yang mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat, menjelang pemilihan presiden putaran kedua di Rio de Janeiro, Rabu (7/10/2026). (foto: Silvia Izquierdo/AP)

Hasil putaran pertama membuat persaingan menuju putaran kedua diperkirakan berlangsung ketat. Flavio Bolsonaro memperoleh sekitar 2 juta suara lebih banyak daripada Lula. Sementara itu, kandidat yang menempati posisi ketiga, keempat dan kelima diketahui berasal dari spektrum politik kanan dan secara keseluruhan mengumpulkan lebih dari 8 juta suara.

Sejumlah demonstran juga membawa isu hukum yang membayangi Flavio Bolsonaro. Ia tengah diselidiki terkait dugaan korupsi, pencucian uang dan penggelapan pajak yang dikaitkan dengan hubungannya dengan Banco Master yang gagal.

Massa juga menyinggung penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintahan Jair Bolsonaro. Brasil mencatat sekitar 700.000 kematian akibat penyakit tersebut selama pandemi.

Para demonstran terlihat membawa poster bertuliskan “Brasil bukan halaman belakang Amerika Serikat” dan “Saya tidak memilih orang yang menjual Brasil”. Sejumlah poster lain bergambar Flávio Bolsonaro dengan tulisan “Vorcaro” di bagian kening serta tulisan “Com Fascista” (Dengan Fasis) juga terlihat di antara kerumunan massa.

Joao Victor Vieira, mahasiswa sastra berusia 20 tahun, mengatakan ia khawatir kemenangan Bolsonaro akan membawa perubahan besar terhadap arah politik Brasil.

“Jika Bolsonaro menang, Brasil akan menjadi koloni Amerika Serikat,” katanya.

Vieira juga menilai pemerintahan yang dipimpin keluarga Bolsonaro dapat mengancam kelompok minoritas, perempuan dan komunitas LGBTQ+.

Meski sempat kecewa setelah melihat hasil putaran pertama, Vieira mengatakan aksi tersebut kembali menumbuhkan optimisme di kalangan gerakan sosial.

“Protes ini menunjukkan bahwa gerakan sosial masih sangat hidup. Kami akan melawan,” ujarnya. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN