Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Dugaan Penyalahgunaan Dana, Mantan Ibu Negara Sri Lanka Shiranthi Rajapaksa Ditahan

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 10.12 WIB
dugaan_penyalahgunaan_dana_mantan_ibu_negara_sri_lanka_shiranthi_rajapaksa_ditahan

Petugas penjara mengawal Shiranthi Rajapaksa, istri mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa, menuju kendaraan tahanan di luar pengadilan magistrat di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (7/10/2026). (foto: Lahiru Harshana/AP)

news_banner

Kolombo, MISTAR.ID - Istri mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa, Shiranthi Rajapaksa, ditahan polisi terkait dugaan penyalahgunaan dana donasi yang diterima lembaga amal miliknya saat ia menjabat sebagai ibu negara.

Dilansir Associated Press (AP), polisi mendatangi kediaman Shiranthi, Rabu (7/10/2026), dan melakukan pemeriksaan. Setelah itu, ia dibawa ke pengadilan yang memerintahkan penahanannya selama satu pekan untuk kepentingan penyelidikan.

Shiranthi kemudian dibawa menuju kendaraan polisi untuk menjalani penahanan. Dalam perjalanan, terlihat salah satu matanya diperban setelah menjalani operasi baru-baru ini.

Menurut polisi, Shiranthi diduga menyalahgunakan dana yang diterima lembaga amalnya dari sebuah bank milik negara. Dana tersebut sebelumnya diperuntukkan bagi pembelian alat pemindai (scanner) untuk sebuah rumah sakit pemerintah.

Mantan kepala bank tersebut juga ditangkap karena diduga mengabaikan prosedur dalam menyalurkan dana kepada lembaga amal Shiranthi. Namun, pengadilan kemudian membebaskannya dengan jaminan.

Penahanan Shiranthi menambah daftar anggota keluarga Rajapaksa yang terseret perkara hukum. Putranya, anggota parlemen Namal Rajapaksa, sebelumnya juga ditahan atas tuduhan suap.

Mahinda Rajapaksa dan keluarganya pernah menjadi salah satu kekuatan politik paling berpengaruh di Sri Lanka. Popularitas keluarga tersebut terutama menguat setelah Mahinda dan saudaranya, Gotabhaya Rajapaksa, memimpin operasi militer yang mengalahkan pemberontak Macan Tamil pada 2009, sekaligus mengakhiri perang saudara selama 26 tahun.

Namun, popularitas Mahinda kemudian menurun akibat tuduhan korupsi, suap, dan pembatasan kebebasan. Ia kalah dalam pemilihan presiden 2015 saat berupaya mendapatkan masa jabatan ketiga.

Pada periode tersebut, keluarga Rajapaksa memegang pengaruh besar dalam pemerintahan. Sejumlah anggota keluarga, termasuk putra, saudara, keponakan, dan kerabat lainnya, menduduki berbagai posisi penting pemerintahan.

Keluarga itu kembali menguat pada 2019 ketika isu keamanan menjadi perhatian utama setelah serangkaian bom bunuh diri pada Minggu Paskah yang menewaskan 267 orang di sejumlah gereja dan hotel. Serangan tersebut terinspirasi oleh kelompok Islamic State.

Gotabhaya Rajapaksa kemudian terpilih sebagai presiden pada tahun yang sama. Namun, pemerintahannya menghadapi krisis ekonomi berat yang dipicu antara lain oleh pandemi COVID-19, merosotnya sektor pariwisata, serta kebijakan ekonomi pemerintah.

Krisis tersebut memicu demonstrasi besar-besaran. Gotabhaya akhirnya mengundurkan diri dan meninggalkan Sri Lanka di tengah tekanan massa.

Anura Kumara Dissanayake terpilih sebagai presiden pada 2024 dengan membawa agenda pemberantasan korupsi. Dalam kampanyenya, ia berjanji mengambil tindakan terhadap siapa pun yang diduga terlibat korupsi, termasuk anggota keluarga Rajapaksa dan pemerintahan sebelumnya.

Kasus yang menjerat Shiranthi Rajapaksa kini masih dalam proses penyelidikan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN