Wednesday, July 29, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Arab Saudi Ikut Serangan Bersama AS ke Milisi Pro-Iran di Irak

Mistar.idRabu, 29 Juli 2026 pukul 11.15 WIB
arab_saudi_ikut_serangan_bersama_as_ke_milisi_proiran_di_irak

Jet tempur F-15 milik Arab Saudi. (foto: US Military/Mistar) Baca artikel CNN Indonesia "Arab Saudi Gabung AS Serang Milisi Pro Iran di Irak" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260729101450-120-1386047/arab-saudi-gabung-as-serang-milisi-pro-iran-di-irak. Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/

news_banner

Riyadh, MISTAR.ID – Arab Saudi mengonfirmasi keterlibatannya dalam operasi militer bersama Amerika Serikat (AS) yang menargetkan milisi pro-Iran di wilayah Irak, Selasa (28/7/2026). Pernyataan tersebut menjadi pengakuan pertama Riyadh atas partisipasinya dalam serangan ke Irak sejak meningkatnya konflik antara AS dan Iran.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan operasi dilakukan secara terarah bersama militer AS dengan menyasar kelompok milisi yang didukung Iran.

"Arab Saudi tidak menginginkan eskalasi konflik, tetapi akan memberikan respons terhadap setiap bentuk agresi yang ditujukan kepada negara ini," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Saudi dikutip dari CNN, Rabu (29/7/2026).

Selama konflik AS-Iran berlangsung, sejumlah pangkalan militer AS di Arab Saudi beberapa kali menjadi sasaran serangan. Meski demikian, Riyadh sebelumnya memilih menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam aksi militer.

Keterlibatan Saudi dalam operasi terbaru ini dinilai menjadi perkembangan penting karena kerajaan tersebut selama ini cenderung berhati-hati dan menghindari keterlibatan terbuka dalam konflik regional.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Saudi juga mengungkapkan telah mencegat dan menghancurkan sejumlah drone yang diluncurkan dari wilayah Irak menuju fasilitas minyak di Arab Saudi.

Sementara itu, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi gabungan tersebut menyasar sejumlah fasilitas logistik dan penyimpanan senjata milik kelompok yang mereka sebut sebagai milisi teroris di Irak bagian timur.

Menurut CENTCOM, serangan itu merupakan respons atas lebih dari 30 serangan yang dilancarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam kurun waktu 72 jam terakhir.

Seorang pejabat AS mengatakan IRGC telah mengoordinasikan serangan terhadap kepentingan Saudi sejak akhir pekan tanpa adanya provokasi sebelumnya. "Ini merupakan pesan yang jelas bahwa kami tidak akan membiarkan tindakan tersebut berlangsung tanpa respons," ujar pejabat tersebut.

Operasi militer gabungan AS dan Arab Saudi berlangsung di tengah kembali memanasnya konflik antara Washington dan Teheran. Meski sebelumnya sempat tercapai gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan pertempuran, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran sejak pertengahan Juli, sehingga ketegangan di kawasan kembali meningkat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN