Iran Ancam Balas Serangan Ukraina terhadap Kapal Komersial di Laut Kaspia

Menlu Iran Abbas Araghchi (Foto: Reuters)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan serangan militer Ukraina terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia tidak dapat dibiarkan tanpa respons.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan tersebut menyebabkan kapal komersial milik Teheran mengalami ledakan yang menewaskan satu pelaut dan melukai satu orang lainnya.
Melalui pernyataan di media sosial X, Araghchi menyampaikan kecaman keras terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas insiden tersebut.
"Zelensky telah menyerang sebuah kapal komersial Iran dan menewaskan seorang pelaut," ujar Araghchi.
Araghchi menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia juga menuduh serangan itu dilakukan dengan keterlibatan Israel, meski tuduhan tersebut belum mendapat konfirmasi independen.
"Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, yang dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya," katanya.
Menlu Iran juga mengungkapkan telah menyampaikan sikap Teheran dalam pembicaraan terpisah dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
"Dalam pembicaraan dengan Perwakilan Tinggi UE Kallas dan Menlu Lavrov, ditegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan tanpa balasan," kata Araghchi.
Sebelumnya, Iran telah memanggil utusan diplomatik Ukraina di Teheran untuk menyampaikan protes atas serangan yang disebut terjadi terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan Ukraina telah memperoleh hasil signifikan melalui operasi jarak jauh di kawasan Laut Kaspia. Ia menyebut serangan tersebut menyasar kapal yang digunakan untuk mendukung pengiriman kargo militer terkait Iran dan Rusia.
Dinas Intelijen Ukraina (SBU) juga menyatakan bahwa serangan drone dilakukan terhadap kapal kargo yang dikenai sanksi internasional dan diduga digunakan untuk mengangkut kargo militer antara Iran dan Rusia.
Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan bahwa Teheran tidak pernah terlibat dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
PREVIOUS ARTICLE
AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran






















