AS Hentikan Sementara Serangan ke Iran

Sekelompok sukarelawan Iran berjalan melewati fasilitas polisi yang hancur selama kampanye militer AS-Israel di Teheran, Iran, 4 Maret 2026. (Morteza Nikoubazl/NurPhoto via Getty Images)
Teheran, MISTAR.ID - Amerika Serikat (AS) kembali melewati malam tanpa melancarkan serangan udara ke Iran pada Minggu (26/7/2026). Presiden AS Donald Trump dilaporkan memutuskan menunda operasi militer setelah 13 hari berturut-turut melakukan serangan.
Dilansir dari AFP dan Al Jazeera, keputusan tersebut pertama kali dilaporkan The New York Times dan Axios. Mengutip pejabat pemerintahan Trump, The New York Times menyebut penundaan dilakukan di tengah k
ekhawatiran meningkatnya konflik dapat menguras persediaan rudal pencegat Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya di Timur Tengah yang mulai menipis.
Keputusan itu disebut diambil usai Trump menggelar pertemuan dengan para penasihat utama dan anggota senior kabinetnya pada Jumat (24/7/2026). Selain mempertimbangkan kondisi logistik militer, penundaan serangan juga dinilai memberi ruang bagi upaya diplomasi.
Laporan tersebut menyebut tingkat serangan AS saat ini telah mencapai batas efektivitasnya tanpa harus kembali ke operasi tempur berskala besar. Meski demikian, militer AS dikabarkan tetap menyiapkan rencana jika sewaktu-waktu diperlukan untuk kembali melancarkan operasi besar.
Sementara itu, jeda serangan memunculkan kembali harapan terhadap dimulainya negosiasi antara Washington dan Teheran setelah hampir dua pekan pemboman berlangsung setiap malam. Namun, sejumlah media AS juga menilai penghentian sementara operasi dipengaruhi tekanan terhadap stok rudal Patriot dan sistem pertahanan lainnya.
Di sisi lain, konflik yang meluas hingga kawasan Selat Hormuz telah menghambat upaya diplomatik kedua negara. Ketegangan tidak hanya melibatkan serangan terhadap wilayah Iran, tetapi juga berdampak pada pangkalan militer AS, jalur pelayaran regional, dan sekutu Washington di kawasan Teluk.
CNN, mengutip sumber di Pentagon, melaporkan operasi militer AS terhadap Iran untuk sementara ditangguhkan. Laporan itu muncul setelah Trump pada Jumat lalu kembali mengancam akan meningkatkan intensitas serangan jika diperlukan.
"Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius," ujar Trump kepada wartawan.
Trump menegaskan Iran kini dihadapkan pada dua pilihan, yakni mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan dengan intensitas yang jauh lebih tinggi.
Konflik yang sebelumnya diperkirakan Trump hanya berlangsung selama empat hingga lima pekan kini mendekati bulan kelima dan disebut mulai membebani tingkat persetujuan publik terhadap Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada November mendatang. (hm25)























