Saturday, September 12, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Dugaan Malpraktik RS Efarina, Ini Tanggapan IDI Siantar-Simalungun

Mistar.idSabtu, 12 September 2026 pukul 12.59 WIB
dugaan_malpraktik_rs_efarina_ini_tanggapan_idi_siantarsimalungun

Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun memilih untuk berhati-hati saat menanggapi dugaan malpraktik di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar.

Kasus ini muncul setelah Hotnida, seorang pasien stroke, dilaporkan meninggal dunia setelah menerima suntikan obat penenang jenis diazepam di ruang pemeriksaan CT scan pada Sabtu (15/8/2026) malam.

Ketua IDI Cabang Pematangsiantar-Simalungun, Dr. dr. Reinhard John Devison Hutahaean, mengatakan pihaknya tidak ingin cepat mengambil kesimpulan hanya dari pernyataan satu pihak.

"Kami belum bisa memberi komentar. Informasi yang beredar di media saat ini masih berasal dari keluarga pasien. Kami perlu melihat data yang benar lebih dulu sebelum memberi tanggapan. Ini penting, terutama jika menyangkut profesi dokter," kata Reinhard kepada Mistar, Sabtu (12/9/2026).

Reinhard menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Namun, sampai sekarang belum ada laporan resmi yang masuk ke meja IDI.

Untuk langkah penanganan, IDI memilih bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar. Dinas Kesehatan sudah lebih dulu turun ke lapangan. Pilihan ini diambil untuk menjaga alur komando. Tujuannya juga agar pemisahan masalah bisa dilakukan dengan jelas.

"Komando penanganan pelayanan kesehatan di daerah ada pada Kepala Dinas Kesehatan. Kita perlu memperhatikan informasi yang benar untuk membedakan apakah ini berkaitan dengan tata kelola pelayanan rumah sakit atau disiplin profesi," jelasnya.

Ia mengingatkan pelayanan di rumah sakit itu rumit dan melibatkan banyak orang. Bukan hanya dokter yang berperan. Ada aturan dari lembaga, kebijakan internal, dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga kesehatan lain. Semuanya saling terhubung dalam satu sistem pelayanan.

Reinhard juga mengatakan persoalan ini sudah dibawa ke Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Sumatera Utara. Masalah ini akan ditelusuri dari sisi tata kelola institusi. Sementara itu, dari sudut pandang etika dan disiplin profesi kedokteran, IDI masih memantau perkembangan fakta secara objektif. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN