Sudah Sebulan Bencana Alam di Sumut, 60 Korban Masih Hilang dan Enam Kecamatan Terisolir

Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, yang diterpa banjir bandang beberapa waktu lalu. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui posko darurat bencana mengeluarkan data terbaru terkait dampak bencana alam. Sudah genap satu bulan sejak peristiwa terjadi, masih terdapat korban yang dinyatakan hilang serta sejumlah daerah yang terisolir.
Diketahui, sejumlah bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan banjir rob melanda beberapa wilayah di Sumut sejak 25 November 2025 lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, menyampaikan data terbaru yang menunjukkan masih adanya puluhan korban yang belum ditemukan hingga saat ini.
“Data per 26 Desember 2025 pukul 08.00 WIB masih ada 60 jiwa yang dinyatakan hilang,” katanya kepada Mistar, Jumat (26/12/2025).
Selain itu, masih terdapat sejumlah wilayah di Sumut yang hingga kini belum dapat diakses sepenuhnya. Setidaknya ada enam kecamatan yang masih terisolir, yakni dua kecamatan dengan empat desa di Kabupaten Tapanuli Utara, serta empat kecamatan dengan lima desa dan satu kelurahan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menurut keterangan Gubernur Sumut, Bobby Nasution, beberapa waktu lalu, daerah-daerah yang masih terisolir tersebut sebenarnya sudah dapat dimasuki bantuan. Namun, akses kendaraan belum sepenuhnya dapat dilalui.
Sementara itu, Tuahta juga menerangkan bantuan logistik yang tersedia hingga 20 Desember 2025 tercatat mencapai 608,95 ton. (Iqbal)

























